Sebagai bentuk komitmen dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, SMP Muhammadiyah 5 Bungah mengirimkan dua kader lingkungannya, Nadia Khilwani dan Aqila Anastasya, untuk mengikuti Temu Kader Lingkungan Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Batch #2. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik di SMK Muhammadiyah 5 Gresik.
Keduanya didampingi oleh Junainah, S.T., S.Pd., Gr., M.M. selaku guru pendamping. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan sekolah dan madrasah Muhammadiyah dari wilayah Sidayu, Ujungpangkah, Panceng, Bungah, dan Dukun.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, serta doa bersama. Dalam sambutannya, Ketua Majelis Lingkungan Hidup PDM Kabupaten Gresik, Dr. Andi Rahmad Rahim, S.Pi., M.Si., mengajak seluruh kader lingkungan untuk menjadi pelopor perubahan di sekolah masing-masing.
Ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, dan memanfaatkan limbah organik agar memiliki nilai guna.
Generasi Peduli Lingkungan
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 5 Gresik menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir. Ia berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat kolaborasi antar sekolah Muhammadiyah sekaligus membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan dan mampu membawa perubahan positif di sekolahnya.
Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah “Mengenali Mikroplastik” yang disampaikan oleh Khusnatul Khomsah, S.Pd. Materi tersebut membahas bahaya mikroplastik bagi kesehatan dan lingkungan serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemarannya. Peserta juga mengikuti praktik pembuatan eco-enzyme sebagai bentuk pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang ramah lingkungan.
Dr. Andi Rahmad Rahim, S.Pi., M.Si. berharap kegiatan ini mampu melahirkan kader-kader lingkungan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menggerakkan warga sekolah untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.
“Semoga kader lingkungan Muhammadiyah menjadi pelopor dalam menjaga bumi melalui aksi nyata yang dimulai dari sekolah masing-masing,” ujarnya.
Salah satu siswa dari SMP Muhammadiyah 5 Bungah, Aqila Anastasya, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang bahaya mikroplastik dan cara membuat eco-enzyme. Semoga ilmu ini bisa saya terapkan dan saya bagikan kepada teman-teman di sekolah agar kami semakin peduli terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Nadia Khilwani dan Aqila Anastasya diharapkan mampu menjadi agen perubahan di SMP Muhammadiyah 5 Bungah dengan mengajak seluruh warga sekolah untuk lebih peduli terhadap lingkungan, mengurangi penggunaan plastik, serta mengembangkan berbagai aksi nyata menuju sekolah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments