SMP Muhammadiyah 14 Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan (SMPM Jipat Karangasem) mulai menerapkan digitalisasi absensi peserta ekstrakurikuler Hizbul Wathan (HW), Kamis (20/8/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian dari pembenahan administrasi kegiatan kesiswaan dengan memanfaatkan teknologi digital. Melalui sistem ini, pencatatan kehadiran siswa tidak lagi sepenuhnya bergantung pada metode manual sehingga data dapat terdokumentasi secara lebih rapi dan mudah dipantau.
Digitalisasi absensi diterapkan pada kegiatan HW yang menjadi salah satu ekstrakurikuler di SMPM Jipat Karangasem. Selain menjadi kegiatan kepanduan, HW juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, dan tanggung jawab.
Dengan pencatatan secara digital, pembina dapat memiliki dokumentasi kehadiran peserta yang lebih terstruktur. Data tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap konsistensi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
Data Kehadiran Lebih Mudah Dipantau
Waka Kesiswaan SMPM Jipat Karangasem, Akbar Al Mubassyir, S.Pd., mengatakan digitalisasi absensi dilakukan untuk membenahi sistem administrasi kegiatan kesiswaan agar lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
“Digitalisasi absensi ini kami lakukan untuk membuat pencatatan kehadiran siswa lebih akurat, praktis, dan mudah dipantau. Selain itu, data yang tersimpan secara digital dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat kedisiplinan dan keaktifan siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler Hizbul Wathan,” ujar Akbar.
Menurut Akbar, pemanfaatan teknologi dalam administrasi sekolah tidak hanya berkaitan dengan perubahan dari sistem manual ke digital. Data yang tersimpan dengan baik juga dapat membantu pembina melakukan pemantauan dan evaluasi kegiatan secara lebih teratur.
Melalui sistem tersebut, pencatatan kehadiran dapat menjadi bagian dari dokumentasi kegiatan kesiswaan. Pembina tidak hanya mengetahui kehadiran siswa pada setiap pertemuan, tetapi juga memiliki data yang dapat digunakan untuk melihat konsistensi partisipasi peserta didik.
Langkah Pembenahan Administrasi Sekolah
Kepala SMP Muhammadiyah 14 Karangasem, Ali Efendi, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi penerapan digitalisasi absensi tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam administrasi merupakan bagian dari upaya sekolah membangun tata kelola yang lebih tertib dan berbasis data.
“Kami mengapresiasi adanya digitalisasi absensi ekstrakurikuler Hizbul Wathan. Ini merupakan langkah kecil, tetapi memiliki manfaat besar dalam membangun sistem sekolah yang tertib, transparan, dan berbasis data. Harapannya, inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan pada berbagai bidang lainnya,” tutur Ali Efendi.
Ia menilai pembenahan administrasi melalui teknologi dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan sekolah. Digitalisasi absensi menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi yang langsung berkaitan dengan aktivitas siswa dan pengelolaan kegiatan kesiswaan.
Bagi peserta didik, pencatatan kehadiran secara sistematis juga dapat memperkuat kesadaran terhadap kedisiplinan. Kehadiran dalam kegiatan HW menjadi salah satu bagian dari proses mengikuti kegiatan secara konsisten dan bertanggung jawab.
Penerapan sistem digital tersebut sekaligus menunjukkan upaya SMPM Jipat Karangasem memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan kegiatan sekolah. Digitalisasi administrasi diharapkan dapat terus dikembangkan pada bidang lain sesuai kebutuhan, tanpa mengurangi perhatian terhadap pembentukan karakter siswa melalui kegiatan pendidikan dan ekstrakurikuler. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments