Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dimanfaatkan MTs Muhammadiyah 2 Pondok Karangasem Paciran (Madtsamuda) untuk menghadirkan pengalaman belajar bahasa Inggris di luar kelas. Melalui program International Guest Speaker, siswa International Class Program (ICP) kelas 7 hingga 9 berinteraksi langsung dengan Zahra Ali, narasumber dari London, Inggris, Senin (17/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Tebing Cafe, Paciran, tersebut menghadirkan suasana belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Lingkungan terbuka dengan pemandangan alam membuat interaksi antara siswa dan narasumber berlangsung lebih santai.
Sejak sesi dimulai, siswa ICP menyimak pengalaman yang disampaikan Zahra. Mereka kemudian memanfaatkan sesi tanya jawab untuk mempraktikkan kemampuan berbahasa Inggris secara langsung.
Berbagai pertanyaan diajukan siswa, mulai dari budaya dan kehidupan sehari-hari di London hingga pengalaman Zahra dalam mengembangkan aktivitasnya sebagai konten kreator. Kesempatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih menyampaikan pertanyaan dan merespons jawaban dalam bahasa Inggris secara langsung.
Praktik Bahasa Inggris Bersama Narasumber Internasional
Kepala Madtsamuda, Millazul Faida, M.Pd., mengatakan program International Guest Speaker dirancang untuk memberikan pengalaman praktik kepada siswa ICP. Menurutnya, pembelajaran bahasa asing tidak cukup hanya melalui materi dan latihan di dalam kelas, tetapi perlu diperkuat dengan kesempatan berinteraksi secara langsung.
“Tujuan utama dilaksanakan kegiatan ini adalah agar murid ICP mendapat wawasan dan pengalaman global melalui interaksi langsung dengan narasumber internasional, sehingga mampu meningkatkan kemampuan komunikasi dan membangun kepercayaan diri,” tutur Millazul, yang akrab disapa Milla.
Menurut Milla, interaksi dengan narasumber internasional juga dapat membantu siswa membangun keberanian ketika menggunakan bahasa Inggris dalam situasi nyata. Pengalaman tersebut sekaligus diharapkan memperluas wawasan siswa mengenai kehidupan dan pengalaman orang dari lingkungan yang berbeda.
Ia menambahkan, pengalaman belajar semacam itu dapat menjadi bagian dari upaya madrasah mempersiapkan siswa agar mampu berkomunikasi secara lebih percaya diri dalam lingkungan global, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi bagian dari pendidikan di madrasah.
Siswa Rasakan Tantangan Berbicara Langsung
Interaksi dengan Zahra juga memberikan pengalaman berbeda bagi siswa karena mereka harus memahami percakapan bahasa Inggris secara langsung dengan kecepatan dan gaya komunikasi narasumber.
Salah satu siswa kelas 9 ICP, Nurul Khairani, mengaku sempat mengalami kesulitan mengikuti percakapan karena Zahra berbicara cukup cepat. Namun, ia tetap dapat memahami pokok pembicaraan yang disampaikan.
“Terlalu cepat bicaranya, tapi paham apa yang dibicarakan. Intinya dia itu seorang konten kreator jadi ya cerita tentang pengalamannya jadi konten kreator,” ungkap Nurul.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada siswa mengenai penggunaan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari. Mereka tidak hanya belajar memahami kosakata atau struktur kalimat, tetapi juga berlatih menangkap makna pembicaraan dalam konteks komunikasi langsung.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual bagi siswa ICP Madtsamuda. Melalui interaksi dengan narasumber internasional, siswa mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus mengenal pengalaman dan perspektif dari lingkungan di luar Indonesia.
Bagi madrasah, pengalaman belajar di luar kelas tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menggunakan bahasa Inggris dalam situasi nyata. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments