Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Student Led Conference Sekolah Kreatif Baratajaya Jadi Ajang Refleksi Proses Belajar Siswa

Iklan Landscape Smamda
Student Led Conference Sekolah Kreatif Baratajaya Jadi Ajang Refleksi Proses Belajar Siswa
Keenan Al Zafran Swadana, siswa kelas I saat mempresentasikan MLP (My Leadership Portfolio) dalam Student Led Coference (SLC) di hadapan orangtua dan guru kelasnya. (Riska Oktaviana/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sistem penerimaan rapor hasil belajar siswa Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya Surabaya dibingkai dalam program SLC (Student Led Conference). Tahun ini memasuki tahun kedua bagi sekolah kreatif yang beralamat di Jalan Baratajaya I nomor 11 Surabaya menerapkannya.

Program SLC ini merupakan salah satu komponen penting dalam kurikulum Leader in Me (kurikulum pengembangan kepemimpinan berbasis karakter). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan leadership dimana setiap siswa mempresentasikan hasil belajar mereka sendiri kepada orang tuanya dengan guru sebagai fasilitator.

Kegiatan yang digelar selama dua hari pada Kamis-Jumat (18-19/6/2026) ini bertujuan untuk menyampaikan laporan perkembangan akademik, non akademik, dan sikap siswa secara langsung kepada orang tua. Hari pertama untuk kelas I hingga III. Sedangkan hari kedua untuk kelas IV hingga V.

Dalam SLC ini, siswa diminta mempresentasikan MLP (My Leadership Portfolio). MLP merupakan kumpulan dokumen dan bukti hasil karya, nilai, dan refleksi belajar dalam sebuah portofolio khusus yang disusun oleh siswa-siswi untuk menunjukkan hasil dari pengalaman, keterampilan, dan pencapaian mereka dalam hal kepemimpinan.

MLP ini juga berfungsi sebagai alat untuk refleksi diri. Serta menunjukkan Wildly Important Goals (target utama), kemampuan jiwa keberanian, kepercayaan diri dan kepemimpinan siswa kepada orang tua.

Kepala Sekolah Kreatif SDM 16 Surabaya, Ely Rhodlifah SH MPd mengatakan, SLC ini bertujuan untuk menciptakan suasana pembagian rapor yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berpusat pada siswa dalam proses evaluasi dan komunikasi hasil belajar.

“Siswa sendiri yang memegang kendali penuh untuk memaparkan proses belajar, hasil, dan target belajarnya di depan orang tua dan guru,” katanya.

Sebelum SLC berlangsung, para siswa mengumpulkan tugas atau hasil karya selama satu semester dan menyiapkan apa yang akan mereka sampaikan. “Mereka latihan presentasi beberapa hari dengan dibimbing guru kelasnya,” katanya.

Ia menambahkan, saat konferensi, siswa secara langsung memulai jalannya SLC. Mereka menjelaskan apa yang telah mereka pelajari.

“Jadi siswa lebih aktif dalam merefleksikan pembelajaran mereka, sedangkan orang tua mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang perkembangan anak mereka,” terangnya.

Selain dapat meningkatkan komunikasi antara siswa, orang tua, dan guru, SLC ini juga dapat memperkuat rasa tanggung jawab siswa terhadap proses belajar mereka.

SMPM 5 Pucang SBY

“Diakhir presentasi MLP, orang tua dan siswa merayakan pencapaian bersama dan menetapkan target baru untuk kelas selanjutnya,” ujarnya.

Ely berharap, pembagian rapor dengan program SLC ini, siswa tidak lagi merasa belajar hanya karena “disuruh” guru atau “dituntut” orang tua.

“Siswa diharapkan sadar bahwa merekalah kapten dari kapal pendidikan mereka sendiri yang memegang kendali atas sukses atau tidaknya proses belajar tersebut dan mampu menentukan target belajar sendiri,” tandasnya.

Apresiasi Orang Tua

Para orang tua pun mengapresiasi program SLC ini. Seperti yang dikatakan Putut Harianto, ayahanda Azzam Izzuddin Al-Qassam, siswa kelas III mengaku terkesan dengan program SLC atau penerimaan rapor ini. “SLC ini sudah luar biasa. Program ini membuat anak kami lebih mengerti prioritas dan lebih bisa mandiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Chairul Muriman Setyabudi, ayahanda dari Keenan Adika Pratama, siswa kelas I mengatakan, SLC ini merupakan salah satu program yang menarik dalam pembelajaran di Sekolah Kreatif SDM 16 Surabaya.

“Ini menjadi bagian penting dalam pembinaan anak. Sehingga anak itu memiliki karakter, kemandirian dan bisa lebih disiplin,” ungkapnya.

Program ini perlu dikembangkan terus karena semua siswa bisa mempunyai kesempatan untuk mengeksplor karakter masing-masing.

“Semoga SLC ini bisa memberikan manfaat untuk membangun kompetensi diri bagi siswa yang akhirnya bisa menjadi pemimpin-pemimpin masa depan,” harapnya.

Melalui program SLC ini, sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk memimpin pembelajaran mereka sendiri yang menjadi langkah penting menuju karakter pemimpin sejati di masa depan. Siswa tidak hanya tumbuh secara akademik, tetapi juga berkembang dalam hal kepemimpinan, kemandirian, dan komunikasi. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 19/06/2026 19:31
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu