Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Laba ke Kas Nyata, SUMU Bogor Raya Dorong Saudagar Muhammadiyah Bangun Bisnis yang Lebih Sehat

Iklan Landscape Smamda
Dari Laba ke Kas Nyata, SUMU Bogor Raya Dorong Saudagar Muhammadiyah Bangun Bisnis yang Lebih Sehat
pwmu.co -

Di tengah dinamika ekonomi yang semakin menantang, Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Bogor Raya mengajak para pelaku usaha mengubah cara pandang dalam mengelola bisnis. Keberhasilan usaha dinilai tidak cukup diukur dari besarnya omzet atau laba, tetapi juga dari kemampuan menjaga arus kas yang sehat dan berkelanjutan.

Pesan tersebut mengemuka dalam Kopdar SUMU Bogor Raya yang digelar di PT Mudalaya Energy Indonesia, Kabupaten Bogor, sepekan lalu. Mengusung tema “Strategi Saudagar Lokal Naik Kelas & Berdaya Finansial”, kegiatan ini menjadi wadah belajar sekaligus konsolidasi bagi para pelaku UMKM Muhammadiyah.

Diskusi berlangsung interaktif ketika para peserta mengangkat persoalan yang kerap dialami pelaku usaha, yakni kondisi bisnis yang terlihat menguntungkan, tetapi justru mengalami kesulitan menyediakan uang tunai untuk kebutuhan operasional.

Praktisi keuangan Ahmad Eka Prasetya menjelaskan bahwa salah satu kesalahan yang sering dilakukan pelaku usaha adalah menyamakan pertumbuhan penjualan dengan kesehatan finansial perusahaan.

Menurutnya, laporan laba rugi tidak selalu mencerminkan kondisi kas yang sesungguhnya.

Perusahaan bisa saja mencatat keuntungan, namun tetap mengalami tekanan likuiditas akibat piutang yang belum tertagih, pengeluaran yang tidak terkendali, maupun ekspansi usaha yang terlalu agresif.

Dalam pemaparannya, Ahmad Eka Prasetya mengajak peserta memahami tiga komponen utama arus kas sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.

Komponen tersebut meliputi:

  • Operating Cash Flow (OCF) sebagai indikator kesehatan operasional perusahaan.
  • Investing Cash Flow (ICF) yang berkaitan dengan aktivitas investasi dan pengembangan usaha.
  • Free Cash Flow (FCF) yang menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan kas bersih untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa bisnis yang sehat bukan sekadar mampu menghasilkan laba, tetapi juga mampu menghasilkan arus kas positif secara konsisten.

Selain membahas pengelolaan arus kas, forum juga mengangkat pentingnya penerapan prinsip keuangan syariah dalam dunia usaha.

Direktur Utama BPRS Amanah Ummah, H. Hendi Sofyan, BBA., mengajak para pelaku UMKM melakukan “hijrah finansial” dengan memanfaatkan layanan lembaga keuangan syariah.

Menurutnya, memilih bank syariah bukan sekadar persoalan identitas, melainkan bagian dari strategi bisnis yang mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan keberlanjutan.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia menambahkan, sistem pembiayaan berbasis bagi hasil dapat memberikan ruang yang lebih sehat bagi pelaku usaha untuk berkembang tanpa terbebani skema pembiayaan yang berpotensi mengganggu likuiditas perusahaan.

Kegiatan Kopdar SUMU Bogor Raya juga menjadi momentum soft launching produk kopi komunitas bertajuk KOPIMU.

Mengusung slogan “Kopi Berkualitas, Menggerakkan Kebaikan”, produk tersebut menjadi simbol semangat kolektif dalam membangun usaha bersama sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi umat.

KOPIMU menghadirkan berbagai pilihan kopi nusantara, seperti Robusta Wangun Bogor, Arabica Gayo, KOPIMU Blend, hingga Arabica Kintamani Lactic Fermentation.

Selain kopi dalam bentuk biji dan bubuk, tersedia pula produk ready to drink dengan varian Kopi Susu Gula Aren, Cappuccino, Mocha, dan Kopi Hitam Robusta Wangun.

Peluncuran produk ini diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi petani kopi lokal sekaligus memperkuat daya saing UMKM anggota SUMU.

Menjelang berakhirnya kegiatan, para peserta membawa pemahaman baru bahwa membangun bisnis yang kuat tidak cukup hanya mengejar omzet dan keuntungan.

Pengelolaan arus kas yang disiplin, pemanfaatan sistem keuangan yang sehat, serta kolaborasi dalam menciptakan produk unggulan menjadi fondasi penting bagi lahirnya saudagar Muhammadiyah yang mampu naik kelas dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Melalui penguatan literasi finansial, kolaborasi komunitas, dan inovasi produk, SUMU Bogor Raya berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi umat.

Revisi Oleh:
  • Satria - 25/07/2026 12:46
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu