SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) terus memperkuat Program Kelas Bahasa Jerman sebagai langkah strategis menyiapkan siswa menembus dunia pendidikan dan karier internasional. Program ini menjadi bagian dari Matahari Global Edu (MGE) di bawah naungan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis (23/7/2026).
Melalui Program Double Track berorientasi internasional, Smamita menerapkan pembelajaran yang disusun secara bertahap. Penguasaan bahasa menjadi fondasi utama sebelum siswa mempelajari budaya, kehidupan masyarakat, hingga dunia kerja di Jerman.
Program ini mengintegrasikan pendidikan vokasi (Ausbildung) di Jerman dengan perkuliahan Strata 1 (S1) secara daring di perguruan tinggi Muhammadiyah. Melalui skema tersebut, siswa berkesempatan memperoleh pengalaman kerja internasional, insentif dari industri, sertifikat profesi, sekaligus gelar sarjana.
Teaching Assistant MGE, Muhammad Rafakhansyah Satria Putra, S.Pd, menjelaskan bahwa seluruh peserta terlebih dahulu difokuskan untuk menguasai Bahasa Jerman level A1. Menurutnya, tahap ini menjadi fondasi yang menentukan keberhasilan siswa pada level berikutnya.
“Ketika fondasi bahasa sudah kuat, siswa akan lebih mudah memahami materi pada level A2 hingga B1. Proses belajarnya pun menjadi lebih efektif dan mereka lebih percaya diri,” ujarnya.
Belajar Bahasa Sekaligus Memahami Kehidupan di Jerman
Agar proses belajar lebih menarik, pembelajaran tidak hanya berfokus pada tata bahasa dan kosakata. Siswa juga diperkenalkan dengan budaya, kuliner, kebiasaan masyarakat, serta peluang studi dan profesi di Jerman.
Pendekatan tersebut membuat siswa tidak sekadar menguasai bahasa asing, tetapi juga memiliki gambaran nyata mengenai kehidupan yang akan mereka jalani ketika tinggal, belajar, dan bekerja di Jerman.
Rafakhansyah menambahkan bahwa setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda. Salah satu metode yang dinilai efektif adalah menciptakan suasana belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari atau “men-Jermankan” lingkungan sekitar.
Melalui metode tersebut, siswa dibiasakan menggunakan kosakata Bahasa Jerman untuk benda-benda yang mereka temui setiap hari, seperti das Handy (telepon genggam), das Laptop (laptop), das Buch (buku), dan die Schuluniform (seragam sekolah). Kebiasaan sederhana ini membantu memperkaya kosakata sekaligus membangun keberanian siswa menggunakan Bahasa Jerman dalam komunikasi sehari-hari.
Selain itu, siswa juga rutin menulis diary dalam Bahasa Jerman. Kegiatan ini dinilai efektif meningkatkan kemampuan schreiben (menulis) sekaligus sprechen (berbicara) karena siswa terbiasa menyusun kalimat dan mengekspresikan ide menggunakan bahasa yang sedang dipelajari.
Persiapan Karier Dimulai Sejak Level B1
Setelah menyelesaikan pembelajaran hingga level B1, siswa mulai diarahkan menyusun rencana studi maupun profesi yang ingin ditekuni di Jerman. Mereka dibimbing melakukan riset mengenai bidang yang diminati, mulai dari deskripsi pekerjaan, sistem kerja, perusahaan yang membuka peluang, hingga prospek karier di masa depan.
Sebagai contoh, siswa yang bercita-cita menjadi Automechaniker tidak hanya mempelajari Bahasa Jerman, tetapi juga memahami ruang lingkup pekerjaan mekanik otomotif, perusahaan yang membutuhkan tenaga profesional, hingga jenjang karier yang dapat ditempuh.
Untuk mematangkan kesiapan tersebut, Smamita juga menggelar simulasi wawancara kerja (mock interview). Kegiatan ini bertujuan mengasah kemampuan sprechen sekaligus membangun rasa percaya diri siswa saat menghadapi proses rekrutmen perusahaan di Jerman.
Melalui program yang terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan dunia internasional, Smamita menargetkan siswa mampu menuntaskan pembelajaran Bahasa Jerman dari level A1 hingga B1 dalam waktu sekitar enam bulan. Bahkan, bagi siswa yang memiliki kemampuan belajar lebih cepat, target tersebut dapat dicapai hanya dalam lima bulan.
Ausbildung dan Kuliah S1 Berjalan Bersamaan
Koordinator Program Double Track Smamita, Amilia Mahmuda, M.Pd, menjelaskan bahwa program ini menggabungkan dua kegiatan yang dilaksanakan secara simultan.
Program pertama adalah Ausbildung, yaitu pendidikan vokasi atau magang kerja di Jerman yang memberikan kesempatan kepada peserta memperoleh penghasilan sesuai standar upah yang berlaku di negara tersebut.
Pada saat yang sama, peserta juga menempuh pendidikan Strata 1 Program Studi Teknik Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) secara daring di universitas Muhammadiyah.
Menurut Amilia, pengalaman dan kompetensi yang diperoleh selama menjalani Ausbildung akan diakui dan diselaraskan dengan capaian pembelajaran pada Program Studi RPL. Dengan demikian, peserta dapat menyelesaikan program magang sekaligus meraih gelar sarjana.
Ia menambahkan, saat ini siswa-siswa Smamita yang dipersiapkan mengikuti program tersebut sedang menjalani pembelajaran Bahasa Jerman secara intensif. Sebagai salah satu syarat keberangkatan ke Jerman, mereka diwajibkan memiliki sertifikat kemampuan Bahasa Jerman level B1.
Program ini menjadi bukti komitmen Smamita dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi bahasa asing, pengalaman internasional, serta kesiapan bersaing di tingkat global. Melalui bekal tersebut, lulusan memiliki peluang yang lebih luas untuk melanjutkan studi maupun berkarier di Jerman. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments