Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tulangan menggelar rapat koordinasi bersama Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan untuk membahas dan mengevaluasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Tahun Pelajaran 2026–2027.
Rapat koordinasi digelar dalam tiga sesi di tiga AUM pendidikan PCM Tulangan yang berada dalam satu kompleks Pendidikan Muhammadiyah di Kenongo, Tulangan, Sabtu (15/8/2026). Ketiga AUM tersebut adalah SMP Muhammadiyah 5 Tulangan (SMP Mulia), SD Muhammadiyah 8 Tulangan (SD Muhdelta), dan SMA Muhammadiyah 3 Tulangan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PCM Tulangan memperkuat tata kelola, efektivitas perencanaan anggaran, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan di lingkungan AUM.
Sesi pertama berlangsung di SMP Muhammadiyah 5 Tulangan pukul 09.30–11.30 WIB. Pembahasan kemudian dilanjutkan di SD Muhammadiyah 8 Tulangan pukul 13.00–15.00 WIB dan ditutup di SMA Muhammadiyah 3 Tulangan pukul 16.00–18.00 WIB.
RKAS Bukan Sekadar Administrasi
Dalam rapat tersebut, Ketua PCM Tulangan menegaskan bahwa pembahasan RKAS tidak boleh hanya dimaknai sebagai agenda administratif untuk menyusun angka dan pos anggaran.
Menurutnya, RKAS harus menjadi instrumen perencanaan yang mampu menerjemahkan program sekolah secara realistis, terukur, efektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Ada dua hal utama yang menjadi perhatian PCM Tulangan dalam proses evaluasi dan penyusunan RKAS.
Pertama, evaluasi terhadap program yang telah berjalan. Evaluasi diperlukan untuk melihat sejauh mana program yang dilaksanakan memberikan hasil dan manfaat bagi sekolah, peserta didik, guru, maupun pengembangan AUM secara keseluruhan.
“Evaluasi diperlukan untuk melihat sejauh mana program yang telah dijalankan memberikan hasil dan manfaat. Banyak hal yang harus diperbaiki ke depan, salah satunya double accounting yang muncul di RKAS AUM dan harus direvisi,” tegas Ketua PCM Tulangan, Abdillah Adhie, S.E.
Ia menekankan pentingnya ketelitian dalam penyusunan RKAS karena anggaran sekolah merupakan bagian dari amanah pengelolaan AUM. Setiap program dan pembiayaan harus memiliki dasar yang jelas, terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Penurunan Siswa Jadi Perhatian
Hal kedua yang menjadi perhatian serius adalah penurunan jumlah peserta didik pada Tahun Pelajaran 2025–2026. PCM Tulangan berharap kondisi tersebut tidak kembali terjadi pada Tahun Pelajaran 2026–2027.
Karena itu, penyusunan anggaran perlu diarahkan untuk mendukung program strategis yang mampu meningkatkan daya tarik sekolah, kualitas layanan, promosi, penerimaan peserta didik baru, serta penguatan keunggulan masing-masing AUM.
“Penurunan siswa di Tahun Pelajaran 2025–2026 harus tidak terulang lagi tahun depan. Dengan ditunjang kenaikan anggaran di Tahun Pelajaran 2026–2027, diharapkan ada kenaikan signifikan siswa baru,” tambahnya.
Menurutnya, kenaikan anggaran harus memiliki korelasi yang jelas dengan target dan hasil yang ingin dicapai. Tambahan anggaran tidak boleh sekadar meningkatkan belanja, tetapi harus memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas program dan jumlah peserta didik.
RKAS Berbasis Kebutuhan dan Target
Dalam pembahasan bersama masing-masing AUM, evaluasi terhadap program sebelumnya menjadi pijakan untuk menyusun rencana kegiatan berikutnya.
Setiap sekolah didorong untuk mengidentifikasi program yang efektif, program yang masih perlu diperbaiki, serta program yang belum memberikan hasil maksimal.
“Hasil evaluasi kemudian menjadi pijakan untuk menyusun program berikutnya agar lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan,” terang Ketua PCM Tulangan.
Dengan pendekatan tersebut, RKAS diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan keuangan, tetapi menjadi instrumen strategis pengembangan sekolah.
Penyusunan RKAS juga perlu memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan operasional, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, program unggulan, serta strategi peningkatan penerimaan peserta didik baru.
Perkuat Sinergi PCM dan AUM
Rapat koordinasi dalam tiga sesi ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara PCM sebagai pimpinan Persyarikatan dan AUM sebagai institusi pendidikan yang menjalankan amanah Muhammadiyah di bidang pendidikan.


Melalui pembahasan secara langsung bersama masing-masing AUM, PCM Tulangan dapat memperoleh gambaran lebih konkret mengenai kondisi, kebutuhan, tantangan, serta rencana pengembangan masing-masing sekolah.
Suasana rapat berlangsung serius dan konstruktif. Peserta mengikuti pembahasan dengan memanfaatkan perangkat kerja dan dokumen masing-masing. Pembahasan diarahkan pada pencermatan program dan anggaran agar lebih tertib, realistis, serta memiliki target yang jelas.
Ke depan, hasil evaluasi dan pembahasan RKAS tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi masing-masing AUM untuk memperbaiki tata kelola sekaligus menyusun strategi pengembangan sekolah yang lebih efektif.
Bagi PCM Tulangan, keberhasilan AUM pendidikan tidak hanya diukur dari tertibnya administrasi dan tersusunnya anggaran. Keberhasilan juga tercermin dari kemampuan setiap sekolah meningkatkan mutu pendidikan, memberikan layanan terbaik kepada peserta didik, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta meningkatkan jumlah peserta didik secara berkelanjutan.
“Rapat koordinasi pembahasan RKAS tiga AUM ini menjadi momentum penting untuk memastikan setiap rupiah yang direncanakan dalam anggaran benar-benar diarahkan bagi kemajuan AUM PCM Tulangan,” pungkas Ketua PCM Tulangan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments