Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kunjungan Sekolah di China Harus Berdampak bagi Pendidikan Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Kunjungan Sekolah di China Harus Berdampak bagi Pendidikan Muhammadiyah
Pelepasan delegasi Muhammadiyah ke China oleh ketua majelis dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, PhD. (Tengah baju batik putih). Photo Wigatiningsih / PWMU.CO
pwmu.co -

Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melepas rombongan delegasi Pendidikan Muhammadiyah yang mendapat tugas melakukan kunjungan pendidikan ke China, Ahad (13/9/2026).

Pelepasan berlangsung sederhana di ruang tunggu Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 21.00 WIB. Hadir melepas langsung rombongan, Didik Suhardi, Ph.D., yang akrab disapa Pak Didik.

Sebanyak 30 delegasi diberangkatkan untuk melakukan kunjungan pendidikan ke tiga kota di China, yakni Guangzhou, Foshan, dan Shenzhen. Rombongan terdiri atas unsur pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kepala sekolah, serta kepala sekolah senior yang telah dipilih dan mendapatkan kepercayaan dari Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pemenuhan undangan Kedutaan Besar China untuk Indonesia melalui Atase Pendidikan China di Indonesia. Selama berada di China, delegasi mendapatkan pendampingan untuk mengunjungi lima sekolah yang tersebar di tiga kota tersebut.

Lima sekolah yang dikunjungi mewakili berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah setara SD, SMP, SMA hingga SMK. Kegiatan kunjungan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, 14–18 September 2026.

Dalam pelepasan tersebut, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF P.P menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh delegasi yang telah dipercaya mengikuti program kunjungan pendidikan tersebut.

Pesan pertama yang disampaikan adalah pentingnya menjaga kesehatan selama perjalanan.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF P.P mengingatkan peserta untuk menjaga kesehatan karena akan melakukan perjalanan panjang dan membawa misi Majelis Dikdasmen.

Menurutnya, perjalanan ke China bukan sekadar aktivitas kunjungan ke luar negeri, tetapi kesempatan bagi para delegasi untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru dalam mengembangkan sekolah Muhammadiyah.

“Kunjungan ini adalah dalam rangka menambah ilmu tentang bagaimana mengembangkan sekolah Muhammadiyah,” jelasnya.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF P.P, yang juga Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, menekankan bahwa seluruh delegasi memiliki tanggung jawab untuk membawa pulang pengetahuan yang diperoleh selama berada di China.

Harus Bisa ATM: Amati, Tiru, Modifikasi

Pesan utama yang ditekankan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF P.P adalah agar kunjungan tersebut memberikan dampak nyata bagi sekolah Muhammadiyah.

“Bapak Ibu kami tugasi untuk kunjung ke China tidak untuk jalan-jalan, namun ini perjalanan penting. Bagaimana nanti sekolah yang Bapak Ibu kunjungi itu bisa di-ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) ke sekolah Bapak Ibu, atau sekolah yang didampingi sesuai tugas dari Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah,” ujarnya.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF P.P menambahkan, proses ATM tersebut tentu tidak dilakukan dengan menyalin seluruh sistem sekolah yang dikunjungi. Setiap inovasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, serta karakteristik sekolah Muhammadiyah di masing-masing daerah.

“Tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter sekolah Muhammadiyah yang ada di daerah Bapak Ibu,” sambungnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pengalaman internasional harus diterjemahkan menjadi inovasi yang relevan dengan kondisi pendidikan Muhammadiyah di Indonesia.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF P.P juga mengingatkan bahwa sekolah Muhammadiyah harus terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mengejar ketertinggalan dari sekolah-sekolah yang telah maju, termasuk sekolah di luar negeri.

SMPM 5 Pucang SBY

“Sekolah Muhammadiyah harus mengejar ketertinggalan dari sekolah-sekolah yang sudah maju, terutama yang ada di luar negeri. Maka kita harus terus belajar mengejar ketertinggalan itu dari mana saja kita belajar. Termasuk ke negeri China,” pesannya.

Menurutnya, belajar dari berbagai sistem pendidikan merupakan bagian penting dari upaya membangun sekolah Muhammadiyah yang semakin maju, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Kunjungan ke China diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi para kepala sekolah dan pimpinan pendidikan Muhammadiyah untuk melihat secara langsung berbagai praktik pendidikan. Di antaranya pengelolaan pembelajaran, budaya sekolah, teknologi, manajemen, pengembangan peserta didik, hingga berbagai inovasi pendidikan lainnya.

Tidak berhenti pada kegiatan observasi, setiap delegasi juga mendapatkan tugas untuk mendokumentasikan hasil kunjungan dalam bentuk tulisan.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF P.P menegaskan bahwa setiap peserta wajib menulis tentang sekolah yang dikunjungi dan berbagai hal yang dapat dipelajari.

“Setelah kunjungan dari China harus terbit sebuah buku, buku itu berisi tulisan semua peserta kunjungan,” pesannya.

Tulisan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi catatan perjalanan, tetapi berisi hasil pengamatan yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan sekolah Muhammadiyah.

“Yang ditulis adalah tentang sekolah yang dikunjungi dan apa yang bisa ditiru dan dimodifikasi untuk diterapkan di sekolah Muhammadiyah,” lanjutnya.

Dengan demikian, perjalanan lima hari tersebut tidak berakhir ketika rombongan kembali ke Indonesia. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan terdokumentasi, dibagikan, didiskusikan, dan diterapkan dalam pengembangan sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Menutup pesannya, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF P.P menegaskan bahwa keberhasilan kunjungan bukan diukur dari perjalanan ke luar negeri, tetapi dari dampak yang dihasilkan setelah delegasi kembali ke tanah air.

“Kunjungan delegasi harus mempunyai dampak di sekolah Muhammadiyah, maka yang ditulis tentang sekolah, bukan tentang jalan-jalan ke China,” pungkasnya.

Pesan tersebut disambut dengan senyum lebar dan kesiapan para peserta delegasi untuk menjalankan amanah yang telah diberikan.

Sebanyak 30 delegasi kini membawa misi yang lebih besar daripada sekadar melihat sekolah di tiga kota di China. Mereka membawa amanah Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah untuk belajar, mengamati, mendokumentasikan, serta membawa pulang praktik-praktik baik yang relevan untuk dikembangkan di sekolah Muhammadiyah.

Kunjungan pendidikan yang berlangsung pada 14–18 September 2026 ini diharapkan menjadi salah satu langkah memperkuat budaya belajar dan inovasi di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.

Harapannya, sepulang dari China, akan lahir gagasan-gagasan baru yang dapat di-ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dan diterapkan sesuai kebutuhan serta karakter sekolah Muhammadiyah di berbagai daerah.

Revisi Oleh:
  • Satria - 16/09/2026 17:39
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu