Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tarawih Perdana, Jamaah Padati Masjid At-Taqwa Pandan Genteng

Iklan Landscape Smamda
Tarawih Perdana, Jamaah Padati Masjid At-Taqwa Pandan Genteng
Suasana shalat Tarawih perdana, jamaah memadati masjid At-Taqwa Pandan Genteng. Foto: Ghulam/PWMU.CO
pwmu.co -

Shalat Tarawih perdana di Masjid At-Taqwa Pandan, Genteng, Banyuwangi, Selasa (17/2/2026), berlangsung khidmat. Jamaah memadati masjid yang berlokasi di Jalan Raya Pandan tersebut untuk menunaikan ibadah di malam pertama Ramadan.

Shalat Tarawih diikuti jamaah setempat serta warga Muhammadiyah Ranting Kembiritan, baik laki-laki maupun perempuan. Jamaah laki-laki menempati ruang utama masjid, sedangkan jamaah perempuan berada di serambi.
Sejak pukul 19.00 WIB, jamaah telah berdatangan untuk melaksanakan shalat Isya berjamaah. Usai Isya, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan shalat iftitah dua rakaat secara berjamaah, kemudian shalat Tarawih sebanyak 11 rakaat dengan kaifiyat 4 rakaat salam, 4 rakaat salam, dan ditutup 3 rakaat witir.

Sebagaimana Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya, Masjid At-Taqwa Pandan juga menggelar kuliah tujuh menit (kultum) sebagai penguatan spiritual bagi jamaah.

Pada kesempatan itu, Taufiqur Rohman, M.Pd.I menyampaikan kultum bertema Ramadan Bulan Istimewa. Ia menjelaskan bahwa keistimewaan Ramadan tahun ini salah satunya terletak pada penetapan awal bulan menggunakan parameter Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT).

Ia memaparkan sejarah gagasan Kalender Hijriyah Global yang pernah diusulkan Syaikh Ahmad Muhammad Syakir, ulama hadis asal Mesir, pada 1939. Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi Kalender Hijriyah Internasional pada 1978 dengan pembagian tiga zona waktu. Pada 2025, Muhammadiyah secara resmi meluncurkan KHGT.

SMPM 5 Pucang SBY

Berdasarkan ketetapan tersebut, Persyarikatan Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriyah bertepatan dengan 18 Februari 2026.

Taufiqur Rohman yang juga Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng mengajak jamaah menunaikan ibadah puasa dengan penuh iman dan keikhlasan. Ia juga mengimbau umat Islam untuk saling menghormati jika terdapat perbedaan dalam penentuan awal puasa, agar ibadah Ramadan tetap berlangsung khidmat dan tertib.

Mengakhiri kultumnya, ia memanjatkan doa agar seluruh amal saleh jamaah di bulan Ramadan diterima dan diridhai Allah SWT.

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 19/02/2026 11:05
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu