Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Terbanyak se-Sidoarjo, 70 Siswa Smamuga Ikuti Sertifikasi Guru Al-Qur’an Metode Ummi

Iklan Landscape Smamda
Terbanyak se-Sidoarjo, 70 Siswa Smamuga Ikuti Sertifikasi Guru Al-Qur’an Metode Ummi
Sebanyak 70 siswa-siswi SMA Muhammadiyah 3 Tulangan mengikuti ujian sertifikasi calon guru Alquran metode Ummi, Rabu-Jumat (22-24/04/2026). (Zulkifli/PWMU.CO).
pwmu.co -

Sebanyak 70 siswa kelas XI dan XII SMA Muhammadiyah 3 (Smamuga) Tulangan, Sidoarjo, mengikuti ujian sertifikasi guru Al-Qur’an metode Ummi.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, tepatnya pada Rabu–Jumat (22–24/04/2026), di aula lantai 3 sekolah setempat.

Peserta gelombang pertama terdiri atas 25 siswa kelas XI dan 10 siswa kelas XII. Seluruh peserta wajib mengikuti rangkaian pra sertifikasi hingga sertifikasi secara penuh selama tiga hari berturut-turut.

Syarat Pengukuhan 2026

Ketua Penanggung Jawab Ummi Smamuga, M Ridho Naufal Amien, menyampaikan pentingnya ujian sertifikasi tersebut.

“Ini merupakan syarat wajib bagi santri yang ingin lulus sertifikasi guru metode Ummi dan pengukuhan pada 2026 ini” ujarnya pada PWMU.CO, Kamis (23/04/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan terbagi menjadi dua gelombang. Pada gelombang pertama, pra tashih diikuti 53 santri, tashih 41 orang, dan sertifikasi 35 orang. Sementara itu, gelombang kedua sertifikasi akan diikuti 35 santri.

Pembukaan ujian sertifikasi terhadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Smamuga Hartatik SPd, Ketua Ummi Foundation Daerah Sidoarjo Iswahyudi, SS, serta Trainer of Trainer Ummi Daerah, Ustadz Dedi MPd.

Kepala Smamuga Hartatik SPd mengapresiasi tinggi pelaksanaan sertifikasi tahun ini. Ia mengaku bangga karena sekitar 70 siswa mampu mengikuti sertifikasi guru Al-Qur’an.

“Jadi kelebihan bersekolah di Smamuga itu selain mengajarkan kemampuan akademik, para siswa juga dibekali keterampilan mengajar Al-Qur’an di masjid dan musala di tengah masyarakat. Inilah mengapa Smamuga menjadikan pembelajaran Al-Qur’an metode Ummi sebagai salah satu program unggulan sekolah” jelasnya.

Hartatik juga berharap siswa yang telah memperoleh sertifikat dapat mengamalkan ilmunya di masyarakat. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada para ustadz dan ustadzah yang telah dengan ikhlas membimbing para siswa.

“Kami dari sekolah tidak bisa memberi banyak, tetapi kami yakin Allah Subhanahu wa Ta’ala yang akan membalas kebaikan dan jasa Bapak Ibu ustadz semua” ungkapnya.

4 Bekal Calon Guru

Sementara itu, Ketua Ummi Foundation Daerah Sidoarjo Iswahyudi SS menjelaskan bahwa sertifikasi ini bertujuan sebagai pembekalan calon guru Al-Qur’an sebelum terjun mengajar.

“Mereka akan kita bekali, pertama tentang sistem mutu Ummi, kedua metodologi, ketiga classroom management, dan keempat manajemen pembelajaran Al-Qur’an yang berkaitan dengan administrasi” terangnya saat diwawancarai, Jumat (24/04/2026).

Ia menambahkan, target utama program ini adalah agar siswa memiliki keterampilan mengajar Al-Qur’an setelah lulus sekolah.

SMPM 5 Pucang SBY

“Harapannya, saat mereka kuliah, sorenya bisa mengamalkan ilmu yang sudah didapatkan, yakni mengajar Al-Qur’an metode Ummi” katanya.

Iswahyudi juga menuturkan bahwa alumni Smamuga telah mulai mengamalkan ilmunya di berbagai lembaga pendidikan.

“Alhamdulillah, saya bertemu beberapa siswa Smamuga yang tahun lalu mengikuti sertifikasi. Sekarang mereka sudah mengajar, seperti Ananda Alissa di SD Muhammadiyah 11 Randegan Tanggulangin, Ananda Ubaidillah di TPA Masjid Al Muhsin, dan beberapa lainnya di SMP Mulia, meskipun mereka masih semester 1 kuliah”ungkapnya.

Terkait antusiasme peserta, Iswahyudi menyebut semangat siswa tahun ini sangat luar biasa. Hal itu terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti materi dan praktik mengajar.

“Alhamdulillah, anak-anak sangat aktif. Bahkan pada hari kedua, sekitar 12 siswa sudah praktik mengajar. Mereka sudah mampu menerapkan tujuh tahapan metode Ummi, mulai dari pembukaan, apersepsi, penanaman konsep, pemahaman keterampilan, evaluasi, hingga penutup” jelasnya.

Smamuga Terbanyak se-Sidoarjo

Ia memaparkan, dalam praktik mengajar, siswa dilatih mengelola waktu secara efektif. Dalam satu jam pembelajaran, terdapat pembagian waktu mulai dari pembukaan, hafalan, penyampaian materi, evaluasi baca simak, hingga penutup.

“Dari salam, doa, apersepsi, penanaman konsep, hingga evaluasi per ayat sudah terlihat. Bahkan pada penutup, mereka melakukan murojaah, doa, dan salam. Ini menunjukkan kemampuan mereka mulai terbentuk” imbuhnya.

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan penuh pihak sekolah. “Alhamdulillah dukungan dari Ibu Kepala Sekolah sangat besar. Tanpa itu, program ini tidak akan berjalan seperti sekarang” ujarnya.

Iswahyudi juga mengungkapkan bahwa jumlah peserta dari Smamuga menjadi yang terbanyak di tingkat SMA/SMK sederajat di Sidoarjo.

“Sepanjang yang saya ketahui, peserta terbanyak berasal dari Smamuga. Sekolah lain rata-rata 40–50 peserta, sedangkan di sini bisa mencapai 70 orang, bahkan tahun lalu hampir 90” katanya.

Menutup wawancara, Iswahyudi berpesan kepada para peserta agar terus mengembangkan ilmu yang telah diperoleh.“Ilmu itu akan berkembang jika dikeluarkan zakatnya, yaitu dengan mengajarkannya kepada orang lain” pesannya.

Dengan program ini, Smamuga tidak hanya mencetak lulusan berprestasi secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi muda yang siap menjadi pengajar Al-Qur’an dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 26/04/2026 00:08
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu