Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tiga Peserta Raih Bonus karena Berhasil Tulis Berita Tercepat dalam Pelatihan Jurnalistik Digital

Iklan Landscape Smamda
Tiga Peserta Raih Bonus karena Berhasil Tulis Berita Tercepat dalam Pelatihan Jurnalistik Digital
pwmu.co -

Pelatihan dan Workshop Jurnalistik Digital yang diselenggarakan Majelis Pustaka, Informasi dan Digital (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Probolinggo, Sabtu (8/8/2026), menghadirkan pengalaman menarik bagi para peserta.

Bukan hanya mendapatkan materi tentang jurnalistik digital, peserta juga ditantang untuk langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan.

Salah satu pemateri dari tim PWMU.CO, Azrohal Hasan, memberikan tugas kepada peserta untuk membuat berita secara langsung. Tantangan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk menguji kemampuan menangkap informasi, menentukan sudut berita, menyusun tulisan, serta menyelesaikannya dalam waktu relatif singkat.

Dari sejumlah peserta yang mengikuti tantangan tersebut, tiga peserta berhasil menyelesaikan berita tercepat. Atas capaian tersebut, masing-masing mendapatkan bonus uang tunai Rp50.000 sebagai bentuk apresiasi dari Azrohal Hasan.

Ketiga peserta tersebut adalah Siti Umaimah, M.Pd., utusan Ortom Tapak Suci Pimda 072 Kota Probolinggo; Ir. Izza El Mila, S.Pd., utusan PDA Kota Probolinggo; dan Ahmad Zainuri, utusan TK ABA I Kota Probolinggo.

Bagi ketiga peserta, tantangan tersebut bukan sekadar perlombaan siapa yang paling cepat menyelesaikan tulisan.

Di balik tugas tersebut terdapat proses belajar bagaimana seorang penulis berita harus mampu menangkap informasi secara cepat, menentukan hal yang paling penting, kemudian mengemasnya menjadi tulisan yang menarik dan mudah dipahami.

Siti Umaimah, M.Pd., salah satu peserta yang berhasil menyelesaikan berita tercepat, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari tugas tersebut.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa menjadi salah satu dari tiga peserta yang berhasil menyelesaikan tugas berita tercepat. Bagi saya, ini menjadi pengalaman sekaligus motivasi untuk terus belajar jurnalistik digital,” ujarnya.

Menurut Um, panggilan akrabnya, tantangan tersebut membuat peserta tidak hanya mendengarkan materi secara teori, tetapi langsung mempraktikkannya.

“Ketika diberi tugas membuat berita secara langsung, kita dipaksa untuk berpikir cepat. Mulai dari menentukan apa yang akan ditulis, mencari sudut berita, menyusun kalimat, sampai menyelesaikannya. Dari situ saya merasakan sendiri bahwa teori jurnalistik harus benar-benar dipraktikkan,” tuturnya.

Um mengatakan, bonus Rp50.000 yang diberikan pemateri merupakan apresiasi yang sangat berarti.

“Nilai bonusnya mungkin Rp50.000, tetapi bagi saya semangat yang diberikan jauh lebih besar dari nominal tersebut. Apalagi kita mendapatkan apresiasi karena berhasil menyelesaikan tugas dengan cepat. Itu membuat saya semakin percaya diri untuk terus belajar dan menulis,” ungkapnya.

Ia berharap pengalaman tersebut tidak berhenti pada saat pelatihan saja.

“Semoga setelah pelatihan ini kami tidak berhenti belajar. Justru harus semakin berani menulis, mendokumentasikan kegiatan, dan mengabarkan berbagai aktivitas positif Muhammadiyah melalui media digital,” harapnya.

Tantangan menulis berita tercepat juga memberikan pelajaran bahwa jurnalistik digital membutuhkan kemampuan bekerja secara cepat. Namun, kecepatan tetap harus diimbangi ketepatan informasi dan etika.

SMPM 5 Pucang SBY

Seorang penulis berita tidak cukup hanya mampu menulis dengan cepat. Ia juga harus memastikan informasi yang disampaikan benar, jelas, menarik, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut menjadi salah satu nilai penting yang diperoleh peserta selama mengikuti pelatihan.

Bagi peserta senior, tantangan tersebut juga menjadi pembuktian bahwa usia bukan penghalang untuk belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

Um menilai keberanian untuk mencoba merupakan langkah awal yang penting.

“Usia boleh bertambah, tetapi semangat belajar jangan sampai berkurang. Kita mungkin tidak tumbuh bersama teknologi digital seperti generasi muda sekarang, tetapi kita bisa belajar dan beradaptasi. Yang penting mau mencoba,” katanya.

Keberhasilan Siti Umaimah, M.Pd., Ir. Izza El Mila, S.Pd., dan Ahmad Zainuri menjadi salah satu cerita menarik dalam pelaksanaan pelatihan tersebut.

Ketiganya datang dari latar belakang dan unsur Persyarikatan yang berbeda. Namun, mereka dipertemukan oleh semangat yang sama: belajar, mencoba, dan menghasilkan karya.

Apresiasi dari pemateri menjadi penyemangat bahwa proses belajar yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan selalu memiliki nilai.

Bagi Um, pengalaman tersebut menjadi kenangan tersendiri dari pelatihan jurnalistik digital.

“Bagi saya, bonus ini bukan sekadar uang. Ini adalah penghargaan atas keberanian mencoba dan menyelesaikan tugas. Semoga menjadi pemantik semangat bagi kami untuk terus belajar dan menghasilkan tulisan-tulisan yang bermanfaat,” ujarnya.

Dari sebuah tugas sederhana, lahirlah pengalaman yang berharga.

Dari sebuah bonus kecil, tumbuh motivasi yang besar.

Dari ruang pelatihan, diharapkan lahir semakin banyak jurnalis Muhammadiyah yang mampu mengabarkan kebaikan, menginspirasi masyarakat, serta ikut menguatkan gerakan dakwah Muhammadiyah melalui tulisan.

Karena menulis bukan hanya soal siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang mampu mengubah informasi menjadi karya yang benar, bermanfaat, dan mencerahkan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 08/08/2026 20:00
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu