Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tiga Tim SD Muhida Raih Medali Emas di Bali International Science Fair 2026

Iklan Landscape Smamda
Tiga Tim SD Muhida Raih Medali Emas di Bali International Science Fair 2026
SD Muhida Sabet Tiga Gold Medal di BISF 2026 (Angelia Firdaus/PWMU.CO)
pwmu.co -

Tiga tim SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SD Muhida) meraih medali emas dalam Bali International Science Fair (BISF) 2026 yang berlangsung di Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, pada Jumat hingga Senin (19–22/6/2026). Ketiga tim tersebut mengikuti kategori innovation science dengan membawa prototipe yang dikembangkan oleh para siswa.

BISF 2026 merupakan kompetisi yang diselenggarakan melalui kolaborasi Indonesian Young Science Association (IYSA) dan Universitas Warmadewa. Dalam ajang tersebut, siswa SD Muhida mempresentasikan tiga prototipe di hadapan dewan juri serta peserta dari berbagai jenjang pendidikan.

Ketiga tim memaparkan cara kerja prototipe masing-masing dan memberikan kesempatan kepada juri untuk mencoba alat maupun permainan yang dikembangkan. Selain memperoleh medali emas, salah satu tim SD Muhida juga mendapatkan penghargaan khusus dari Gifted in Science Academy (GISA).

Kepala Urusan Kesiswaan SD Muhida, Ummu Choiroh, S.H.I., M.H., menyampaikan rasa syukur atas capaian siswa dalam kompetisi tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas prestasi yang diraih siswa-siswi SD Muhida di ajang BISF,” ucapnya.

Menurut Ummu, capaian tersebut merupakan hasil dari proses persiapan siswa, pendampingan guru, serta dukungan orang tua. Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi dapat mendorong siswa untuk terus mengembangkan minat dalam bidang riset dan inovasi.

Prototipe pertama berjudul Pressprogress, karya Mahira dan Rindu. Alat tersebut dirancang sebagai media untuk membantu memantau perkembangan anak yang terdiagnosis ADHD. Prototipe berbentuk balok dengan layar dan tombol berwarna. Pengguna diminta menekan tombol sesuai instruksi yang muncul pada layar.

Permainan dalam Pressprogress melibatkan kecepatan, ketepatan, dan fokus. Penggunaan alat tersebut dirancang untuk dilakukan sebelum dan setelah anak menjalani terapi, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai salah satu gambaran perkembangan anak. Tim Mahira dan Rindu tidak hanya meraih medali emas, tetapi juga memperoleh special award dari GISA.

Tim kedua yang terdiri atas Vanya, Salsa, dan Belva membawa prototipe bernama Posture Hero. Alat tersebut dikembangkan berdasarkan perhatian mereka terhadap kebiasaan duduk membungkuk pada anak usia sekolah dasar.

Posture Hero menggunakan rompi yang dipasangi alat berbentuk balok pada bagian punggung. Ketika pengguna duduk, alat tersebut menganalisis posisi tubuh. Apabila tubuh membungkuk hingga 30 derajat, prototipe akan bergetar sebagai pengingat agar pengguna kembali memperbaiki posisi duduk.

SMPM 5 Pucang SBY

Sementara itu, Naufal, Damar, Alya, Kimi, dan Nayra mengembangkan prototipe E.C.O.M.O.S atau Environmental Control and Observation for Mosquito System. Alat tersebut dirancang untuk mendeteksi pergerakan jentik nyamuk pada air tergenang menggunakan sensor MPU6050.

Apabila tidak ada pergerakan yang terdeteksi selama tiga hingga empat jam atau pergerakan sangat minim, alat akan memancarkan gelombang setiap 30 menit untuk membantu mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Selain dewan juri, sejumlah peserta dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi mengunjungi stan SD Muhida. Mereka bertanya mengenai fungsi prototipe, mencoba alat yang dipamerkan, serta berdiskusi dengan para siswa pengembang.

Ummu berpesan agar para siswa tetap menjaga semangat belajar setelah memperoleh penghargaan tersebut.

“Tetap rendah hati, terus belajar, dan jangan cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih,” katanya.

Ia menambahkan bahwa prestasi tersebut dapat menjadi dorongan bagi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan berbagi semangat belajar dengan teman-temannya.

“Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus berkembang dan menginspirasi teman-teman lainnya,” imbuhnya.

Sekolah berharap pengalaman dalam BISF 2026 dapat memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan SD Muhida serta membuka kesempatan siswa untuk mengikuti kompetisi pada tingkat berikutnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 24/06/2026 18:22
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu