TK Aisyiyah 47 Surabaya mulai menyusun guidance book atau buku panduan branding menjelang Tahun Pelajaran 2026/2027. Penyusunan yang dilaksanakan pada Selasa (29/6/2026) di lingkungan sekolah tersebut bertujuan merumuskan identitas lembaga berdasarkan visi, misi, dan tujuan sekolah, dengan karakter dan prestasi sebagai fokus pengembangannya.
Kepala TK Aisyiyah 47 Surabaya, Anik Watini, berharap proses penyusunan branding lembaga dapat diselesaikan sebelum dimulainya Tahun Pelajaran 2026/2027. Untuk mendukung penyusunan tersebut, sekolah menghadirkan pemerhati pendidikan Najib Sulhan sebagai pendamping dalam merumuskan konsep branding yang akan dituangkan dalam bentuk guidance book.
Sebelum proses penyusunan dimulai, Najib Sulhan meminta dokumen visi, misi, dan tujuan sekolah untuk dipelajari bersama. Berdasarkan pembahasan tersebut, disepakati branding yang akan menjadi identitas TK Aisyiyah 47 Surabaya, yaitu “TK Aisyiyah 47 Membangun Generasi Unggul Berkarakter dan Berprestasi.”
Menurut Najib Sulhan, branding memiliki makna yang berbeda dengan pencitraan sehingga penyusunannya harus didasarkan pada kondisi nyata dan target yang dapat dicapai.
“Sebenarnya branding itu berbeda dengan pencitraan. Branding membongkar keunggulan dengan langkah yang terukur. Tidak muluk-muluk yang nantinya susah dijangkau. Branding ini gambaran nyata yang dijadikan standar pencapaian. Sementara pencitraan, seringkali keinginan yang tinggi, namun faktanya sulit dicapai.”
Ia menjelaskan bahwa karakter dan prestasi dipilih sebagai fokus dalam branding TK Aisyiyah 47 Surabaya. Kedua aspek tersebut kemudian dirumuskan dalam konsep yang akan dituangkan ke dalam guidance book sebagai pedoman pelaksanaan program sekolah.
Najib juga memaparkan konsep pendidikan karakter yang menempatkan kejujuran sebagai fondasi utama.
“Sesungguhnya ada kunci keberhasilan dalam mewujudkan pendidikan karakter, yaitu perilaku ‘Jujur’. Dari perilaku ini bisa menjadi dasar dalam empat dimensi. Dimensi robbaniyah, dimensi insaniyah, dimensi ilmiyah, dan dimensi alamiyah.”
Pada dimensi robbaniyah, pembiasaan diarahkan melalui penguatan kalimat thayyibah, penghormatan kepada orang tua, serta pembelajaran salat yang baik dan benar. Seluruh proses tersebut dirancang dalam sistem yang mudah dipahami dan diterapkan sesuai perkembangan peserta didik.
Sementara itu, pada dimensi insaniyah, pembelajaran difokuskan pada pembiasaan bersikap sopan, bertutur kata santun, memiliki rasa simpati dan empati, mampu bekerja sama dengan orang lain, serta belajar mengendalikan emosi dan membangun pola pikir positif terhadap lingkungan sekitar.
Adapun dimensi ilmiyah diarahkan untuk menumbuhkan kegemaran belajar sejak usia dini. Anak-anak dibiasakan senang datang ke sekolah, menghormati guru, serta mengikuti proses belajar yang menyenangkan melalui pengenalan membaca, berhitung, menulis, dan berbagai keterampilan dasar lainnya.
Pada dimensi alamiyah, peserta didik dikenalkan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Pembiasaan tersebut dilakukan melalui kegiatan sederhana yang mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan rumah maupun lingkungan sekitar sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Seluruh hasil pembahasan kemudian dirumuskan dalam bentuk guidance book sebagai pedoman pelaksanaan pendidikan karakter di TK Aisyiyah 47 Surabaya. Buku tersebut memuat konsep branding serta arah penerapan nilai-nilai yang telah disepakati dalam proses penyusunannya.
Penyusunan branding dan guidance book tersebut menjadi bagian dari proses penyusunan program pendidikan di TK Aisyiyah 47 Surabaya. Dokumen tersebut akan digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan karakter dan pengembangan prestasi peserta didik di lingkungan sekolah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments