Kajian Inspiratif Subuh (KIS) yang diselenggarakan secara rutin setiap Rabu ba’da Shalat Subuh di Masjid Attaqwa Pogot Surabaya kembali menghadirkan kajian yang mencerahkan dan menginspirasi, Rabu (1/7/2026)
Pada edisi kali ini, Ust. Muchamad Arifin mengangkat tema “Standar Nilai Manusia di Hadapan Allah”, mengajak jamaah untuk memahami kembali ukuran kemuliaan seorang manusia menurut pandangan Allah SWT.
Mengawali kajiannya, Ust. Muchamad Arifin mengutip sabda Rasulullah Saw
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal-amal kalian.” (HR. Muslim No. 2564).
Beliau menjelaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari manusia sering kali terjebak pada penilaian yang bersifat lahiriah. Penampilan, jabatan, kekayaan, popularitas, hingga status sosial kerap dijadikan tolok ukur untuk menilai seseorang. Padahal, semua itu hanyalah ukuran manusia yang bersifat sementara dan tidak menjadi standar utama di hadapan Allah SWT.
“Allah tidak menilai kemuliaan seseorang dari wajah yang tampan, pakaian yang indah, kedudukan yang tinggi, ataupun banyaknya harta. Yang dinilai Allah adalah hati yang bersih, niat yang ikhlas, serta amal saleh yang dilakukan semata-mata karena-Nya,” tutur Ust. Muchamad Arifin di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa satu-satunya standar kemuliaan manusia di sisi Allah adalah ketakwaan, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:
”…Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa….”
Menurutnya, ayat tersebut memberikan pelajaran bahwa perbedaan suku, bangsa, warna kulit, maupun latar belakang sosial merupakan sunnatullah yang bertujuan agar manusia saling mengenal, bukan saling membanggakan diri atau merasa lebih mulia. Kemuliaan sejati hanya diraih oleh mereka yang memiliki ketakwaan dan senantiasa menjaga kualitas iman serta amalnya.
Dalam kajian tersebut, jamaah juga diajak untuk melakukan muhasabah. Jangan sampai seseorang tampak terhormat di hadapan manusia, tetapi kehilangan nilai di sisi Allah. Sebaliknya, seseorang yang hidup sederhana dan tidak dikenal manusia bisa saja memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah karena keikhlasan hati dan amal salehnya.
Kajian berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme jamaah yang memenuhi ruang utama Masjid Attaqwa. Suasana hangat terlihat sejak pelaksanaan Shalat Subuh berjamaah hingga berakhirnya kajian, mencerminkan semangat masyarakat dalam menimba ilmu agama sebagai bekal menjalani kehidupan.
Melalui Kajian Inspiratif Subuh (KIS), Masjid Attaqwa Pogot Surabaya terus berkomitmen menghadirkan kajian Islam yang membumi, inspiratif, dan relevan dengan tantangan kehidupan modern. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta membangun kesadaran bahwa kemuliaan sejati bukanlah apa yang dipandang manusia, melainkan apa yang dinilai Allah SWT.
“Jika manusia menilai dari apa yang tampak, maka Allah menilai dari apa yang tersembunyi di dalam hati. Karena itu, sibukkanlah diri memperbaiki hati, meluruskan niat, dan memperbanyak amal saleh. Itulah standar nilai manusia di hadapan Allah.” (*)





0 Tanggapan
Empty Comments