Suasana penuh semangat, keceriaan, dan antusiasme mewarnai kegiatan manasik haji siswa-siswi TK Aisyiyah Bustanul Athfal yang digelar di SMAMDA Sidoarjo pada Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh IGABA tersebut diikuti sebanyak 1.183 siswa dari berbagai TK Aisyiyah di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.
Sejak pagi hari, area kegiatan telah dipenuhi peserta didik yang hadir bersama guru pendamping. Anak-anak tampak mengenakan pakaian muslim dan ihram sederhana dengan wajah ceria dan penuh rasa ingin tahu.
Kehadiran mereka menambah semarak suasana kegiatan yang berlangsung tertib, namun tetap menyenangkan bagi anak usia dini.
Kegiatan manasik haji ini bertujuan mengenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji kepada anak-anak sejak dini melalui pengalaman belajar secara langsung.
Dengan metode praktik dan simulasi, peserta didik dapat memahami rangkaian ibadah haji dengan lebih mudah dibandingkan hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.
Dalam pelaksanaannya, anak-anak diajak mengikuti berbagai tahapan ibadah haji, mulai dari niat ihram, thawaf mengelilingi miniatur Ka’bah, sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah, wukuf di Arafah, hingga melempar jumrah.
Seluruh kegiatan dipandu panitia dan guru pendamping menggunakan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami peserta didik.
Antusiasme anak-anak terlihat jelas saat mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka berjalan bersama teman-temannya sambil mendengarkan arahan guru dengan tertib dan penuh semangat.
Suasana belajar terasa lebih hidup karena anak-anak dapat belajar sambil bermain dan bergerak aktif.
Selain mengenalkan rukun Islam kelima, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi anak usia dini. Anak-anak belajar tentang pentingnya kesabaran, kedisiplinan, kebersamaan, serta kepatuhan terhadap aturan.
Para guru pendamping terus memberikan motivasi dan pendampingan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman.
Kegiatan manasik haji ini mendapat sambutan positif dari guru maupun orang tua karena dinilai mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.
Diharapkan, kegiatan tersebut dapat menjadi bekal dalam membentuk generasi yang religius, mandiri, disiplin, dan berakhlak mulia di masa mendatang.





0 Tanggapan
Empty Comments