Semarak peringatan Dasawarsa ke-4 Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung dan HUT ke-81 RI semakin lengkap dengan aksi panggung kolaborasi. Band dadakan yang digawangi guru Madin, SMPM 12 Paciran, dan MA Al-Ishlah tampil memukau di Lapangan Maidanul Ma’had (MM), Senin (17/8/2026).
Berbalut seragam pink khas Dasawarsa ke-4 Al-Ishlah, tujuh personel band tampil di hadapan ribuan santri dan dewan guru. Meski disebut “band dadakan”, kekompakan mereka justru menjadi simbol kuatnya ukhuwah di lingkungan pesantren.
Band kolaborasi tersebut diisi Hariyati, Enisfatin, Adib Triono, Farih Hamdan, Ilfan, Dicky, dan Amirul Haq.
Ketujuh personel mengisi berbagai posisi, mulai dari vokal, keyboard, gitar, bass, hingga drum. Kolaborasi guru dari sejumlah unit tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan syukur atas 40 tahun kiprah Al-Ishlah sekaligus memperingati kemerdekaan Indonesia.
Tampilan tujuh guru dengan balutan pink Dasawarsa ke-4 di atas panggung menjadi gambaran bahwa pesantren dapat menjadi ruang yang mempertemukan berbagai unsur dalam semangat kebersamaan.
Musik, ukhuwah, dan semangat nasionalisme berpadu dalam satu harmoni di hadapan ribuan santri yang menyaksikan penampilan tersebut.
“Ini bentuk syukur kami. Dari unit yang berbeda, tapi bisa satu panggung, satu irama. Itulah Al-Ishlah,” ujar Hariyati, salah satu personel, usai tampil.
Aksi band kolaborasi tersebut mendapat sambutan meriah dari para santri. Tepuk tangan dan sorak semangat membahana di Lapangan MM hingga menutup rangkaian kegiatan dengan suasana penuh keceriaan dan kebersamaan.






0 Tanggapan
Empty Comments