Pimpinan Cabang 02 Tapak Suci Al Mizan Muhammadiyah Lamongan menggelar Ujian Kenaikan Tingkat Siswa (UKT) pada Sabtu-Ahad (25–26/4/2026) di kompleks Pondok Al Mizan Putra. Kegiatan tahunan ini berlangsung khidmat sekaligus istimewa karena dihadiri langsung oleh tiga pendekar dari Pimda 026 Tapak Suci Lamongan.
Hadir dalam pembukaan tersebut Ketua Pimda 026 Tapak Suci Lamongan Pendekar Khoirul Muslimin, P.Ka, Sekretaris Pimda Pendekar Imam Muntaha, P.Mdy, serta Bendahara Pimda Pendekar Arif Usman, P.Mdy.
UKT tahun ini diikuti sebanyak 193 peserta dari berbagai tingkatan, mulai dari sabuk kuning dasar hingga melati empat. Adapun rinciannya meliputi: Dasar ke tingkat satu: 95 peserta, tingkat satu ke dua: 39 peserta, tingkat dua ke tiga: 41 peserta, dan tingkat tiga ke empat: 18 peserta
Para peserta menjalani sejumlah tahapan penilaian, mulai dari pembinaan, ujian tulis, ujian baca Al-Qur’an, ujian ragawi, hingga ujian fisik sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan peningkatan kemampuan kader Tapak Suci.
Dalam sambutannya, Ketua Pimda 026 Tapak Suci Lamongan, Pendekar Khoirul Muslimin, mengenang sejarah awal Tapak Suci Al Mizan saat dirinya masih berada di Panti Asuhan Al Mizan. Ia menceritakan perjalanan panjang serta tempaan hidup yang pernah dialaminya selama di panti, yang kemudian menjadi bekal berharga dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mengisahkan perjuangan merintis Tapak Suci di Lamongan, khususnya di lingkungan Al Mizan bersama Bu Alimah, yang kini menjabat sebagai Kepala MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan.
Menurutnya, Tapak Suci bukan sekadar bela diri, tetapi juga wadah pembinaan mental dan semangat juang.
“Lewat Tapak Suci ini akan tumbuh semangat perjuangan. Karena Tapak Suci adalah perjuangan, dan perjuangan itu tanpa batas,” ungkapnya.
Khoirul berpesan kepada seluruh peserta agar belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga hafalan Al-Qur’an, berbakti kepada orang tua, serta menjadi pribadi yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Jadilah laki-laki dan perempuan yang kuat, jangan menjadi beban masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Pembina Tapak Suci Al Mizan, Ahsanul Arham, menyampaikan rasa haru atas kehadiran tiga pendekar Pimda dalam pembukaan UKT tersebut. Menurutnya, momen ini menjadi penyemangat tersendiri bagi seluruh peserta.
Ia juga mengapresiasi meningkatnya jumlah peserta UKT tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa Tapak Suci di Al Mizan terus berkembang dengan baik.
Ahsanul Arham menegaskan bahwa Pondok Al Mizan sebagai pondok kader Muhammadiyah harus mampu menghidupkan seluruh organisasi otonom, termasuk Tapak Suci, agar melahirkan kader-kader yang siap mengabdi.
“Ketika keluar dari Al Mizan, paling tidak sudah siswa empat, bahkan kalau bisa sudah kader sabuk biru. Sehingga ketika dibutuhkan di mana pun, jawabannya hanya satu: saya siap,” tegasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments