Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Umsura Dorong Perguruan Tinggi Siap Pimpin Transformasi Pembelajaran di Era AI

Iklan Landscape Smamda
Umsura Dorong Perguruan Tinggi Siap Pimpin Transformasi Pembelajaran di Era AI
Anggota Komisi X DPR RI Lita Machfud Arifin menerima cenderamata dari Rektor Umsura Prof. Mundakir. Foto: Ananda Athoillah/PWMU.CO
pwmu.co -

Kecerdasan artifisial (AI) mengubah cara belajar, mengajar, hingga meneliti. Di tengah perubahan itu, Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menegaskan perguruan tinggi tidak boleh sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi harus memimpin transformasi pembelajaran agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Talkshow Bina Talenta Diktisaintek Republik Indonesia 2026 bertema Transformasi Perguruan Tinggi di Era AI: Menyusun Best Practice Pembelajaran yang Adaptif yang digelar melalui kolaborasi Kemendiktisaintek, Komisi X DPR RI, dan Umsura, Senin (27/7/2026).

Talkshow dibuka Rektor Umsura Prof. Dr. Mundakir, S.Kep, Ns, M.Kep, serta dihadiri Anggota Komisi X DPR RI Lita Machfud Arifin, SH.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Radius Setiyawan, M.A., dosen Kajian Budaya dan Desain Komunikasi Visual Umsura, Lukman Hakim, ST, MT, pakar Game Technology dan Artificial Intelligence Umsura, serta Putri Aisyiyah Rachma Dewi, S.Sos, M.Med.Kom, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya.

Dalam sambutannya, Rektor Umsura Prof. Mundakir menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Umsura sebagai lokasi penyelenggaraan program Bina Talenta Diktisaintek.

Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Melalui kegiatan ini, Umsura meneguhkan komitmen mendukung lahirnya generasi muda yang unggul, inovatif, adaptif, dan berdaya saing. Kami berharap forum ini menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik sekaligus memperluas kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia,” ujarnya.

Mundakir menegaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan global.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Lita Machfud Arifin menilai transformasi pendidikan tinggi di era AI merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Menurutnya, AI kini telah menjadi bagian dari pembelajaran, penelitian, industri, hingga kehidupan sehari-hari.

“Pertanyaan yang harus kita jawab bukan lagi apakah AI akan mengubah pendidikan, melainkan apakah perguruan tinggi kita siap memimpin perubahan tersebut,” tegas Lita.

Dia lalu menjelaskan sedikitnya terdapat empat agenda besar yang harus dilakukan perguruan tinggi, yakni mentransformasi metode pembelajaran, memperkuat peran dosen sebagai fasilitator dan mentor, menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan masa depan, serta membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

SMPM 5 Pucang SBY

“Mahasiswa tidak lagi cukup menguasai teori. Mereka harus dibekali kemampuan berpikir kritis, memecahkan persoalan, berkolaborasi, berkomunikasi, dan berinovasi,” papar Lita.

Umsura Dorong Perguruan Tinggi Siap Pimpin Transformasi Pembelajaran di Era AI
Anggota Komisi X DPR RI Lita Machfud Arifin saat ramah tamah di ruang Rektor Umsura. Foto: Ananda Athoillah/PWMU.CO

“AI dapat membantu memperoleh informasi secara cepat, tetapi kreativitas, empati, kepemimpinan, dan integritas tetap menjadi keunggulan manusia yang tidak dapat digantikan teknologi,” imbuh dia.

Lita juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dosen agar mampu memanfaatkan AI secara produktif sekaligus mengajarkan etika penggunaan teknologi kepada mahasiswa.

“Selain itu, kurikulum perguruan tinggi perlu terus disesuaikan dengan perkembangan dunia kerja melalui kolaborasi yang lebih erat antara kampus, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, para narasumber juga menegaskan bahwa AI harus diposisikan sebagai mitra pembelajaran, bukan pengganti proses berpikir manusia.

Pemanfaatannya harus tetap menjunjung tinggi integritas akademik dan digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses pengetahuan, memperkuat riset, serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih personal dan adaptif.

Melalui Program Bina Talenta Diktisaintek 2026, perguruan tinggi juga didorong menjalankan paradigma Diktisaintek Berdampak, yakni menjadikan kampus sebagai pusat lahirnya solusi bagi berbagai persoalan masyarakat melalui riset dan inovasi yang dapat dihilirisasikan.

Forum ini diharapkan melahirkan berbagai praktik baik pembelajaran berbasis AI yang dapat diterapkan di perguruan tinggi, sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kreatif, adaptif, berintegritas, dan mampu menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 28/07/2026 13:39
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu