Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menegaskan bahwa dekan tidak boleh hanya berperan sebagai administrator, tetapi harus menjadi pemimpin akademik yang substantif.
Pesan tersebut disampaikan dalam pelantikan FORDEK FISIPOL PTMA yang digelar di UMY, Jumat (17/4).
Nurmandi menekankan bahwa peran dekan harus melampaui urusan administratif. Ia mendorong para pimpinan fakultas untuk responsif terhadap perubahan zaman dan mampu menghadirkan transformasi nyata di lingkungan akademik.
Dalam arahannya, Nurmandi menyoroti pentingnya penguatan kemampuan komunikasi mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa FISIPOL harus memiliki soft skills yang kuat agar mampu berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan civitas academica sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kualitas SDM tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga kondisi fisik yang sehat,” ujarnya.
Ia mendorong fakultas untuk menghadirkan kebijakan yang mendukung gaya hidup sehat, termasuk melalui aktivitas olahraga di lingkungan kampus.
Pada aspek kelembagaan, Nurmandi menegaskan bahwa penjaminan mutu harus menjadi prioritas utama. Dekan diminta tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga terus meningkatkannya.
Ia juga menyoroti pentingnya inovasi kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Program studi harus mampu mengintegrasikan keterampilan digital dan analisis data dalam proses pembelajaran,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan pembelajaran konvensional tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan zaman.
Di sisi lain, Nurmandi mendorong akademisi untuk aktif merespons dinamika sosial dan kebijakan publik. Ia menegaskan bahwa dekan dan dosen harus berani menyampaikan kritik konstruktif.
“Kalau ada yang salah, jangan diam. Akademisi harus hadir memberikan kritik berbasis data dan disampaikan secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Melalui FORDEK FISIPOL PTMA, diharapkan terbangun kolaborasi strategis antarperguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital.





0 Tanggapan
Empty Comments