Sebanyak 109 siswa kelas VI SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) mengikuti kegiatan Studi Wisata Yogyakarta 2026 (STUWIS SDMM 2026) dengan menjelajahi kawasan lereng Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).
Rombongan yang menggunakan tiga bus terlebih dahulu singgah di kawasan Jalan Boyong, Sleman, untuk sarapan pagi dan melakukan persiapan sebelum memulai penjelajahan menggunakan kendaraan Jeep.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menyiapkan 30 unit Jeep yang digunakan siswa untuk mengunjungi sejumlah lokasi edukatif di kawasan Merapi. Setiap kelompok mendapatkan kesempatan merasakan pengalaman menyusuri jalur lava sekaligus mempelajari sejarah letusan gunung yang menjadi ikon Yogyakarta tersebut.
Salah seorang pengemudi Jeep, Suryadi, menjelaskan bahwa kendaraan yang digunakan merupakan hasil modifikasi mobil Kijang generasi lama yang disesuaikan dengan karakter medan Merapi.
“Jeep ini sebenarnya hasil modif mobil Kijang Kotak yang terkenal tahun 70-an dan 80-an. Mesinnya kuat dan kemudian dimodifikasi menjadi kendaraan yang tangguh untuk jalur Merapi,” ujarnya.
Sepanjang perjalanan, para siswa merasakan sensasi melintasi jalan berbatu, tanjakan, tikungan tajam, hingga genangan air yang menjadi ciri khas wisata Jeep Merapi. Manuver kendaraan yang dinamis membuat suasana semakin meriah dan memacu adrenalin peserta.
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah kawasan Bunker Kaliadem di wilayah Cangkringan. Di lokasi tersebut, siswa memperoleh penjelasan mengenai fungsi bunker yang dibangun sebagai tempat perlindungan saat terjadi erupsi Gunung Merapi.
Selain mempelajari fungsi bunker, para peserta juga diajak mengenang peristiwa erupsi yang pernah terjadi serta dampaknya terhadap masyarakat di sekitar kawasan Merapi.
Perjalanan kemudian berlanjut ke lokasi yang menyimpan berbagai peninggalan akibat letusan besar Gunung Merapi pada 2010. Di tempat tersebut, siswa dapat melihat sejumlah barang milik warga yang rusak akibat terjangan awan panas dan material vulkanik yang dikenal masyarakat sebagai wedus gembel.
Guru Al-Islam SD Muhammadiyah Manyar, Ahmad Nazarudin MPd, memanfaatkan momen tersebut untuk mengajak siswa merenungkan kebesaran Allah SWT melalui peristiwa alam yang terjadi.
Ia mengingatkan peserta pada kandungan Surat Al-Zalzalah yang menggambarkan bagaimana bumi mengeluarkan isi yang ada di dalamnya atas kehendak Allah SWT.
“Coba bayangkan anak-anak, cobaan meletusnya Gunung Merapi saja berakibat sangat besar. Itu baru kejadian di dunia, lalu bagaimana dahsyatnya peristiwa di akhirat nanti,” pesannya kepada para siswa.
Lokasi berikutnya yang dikunjungi adalah Batu Alien, salah satu objek wisata populer di kawasan Merapi. Batu berukuran besar tersebut memiliki bentuk yang menyerupai wajah manusia sehingga menarik perhatian para pengunjung.
Masyarakat setempat meyakini batu tersebut merupakan material vulkanik yang terlontar saat erupsi Gunung Merapi dan kemudian mengeras hingga membentuk bongkahan besar seperti saat ini.
Petualangan ditutup dengan perjalanan menyusuri jalur berbatu dan melintasi genangan air. Atraksi para pengemudi Jeep yang berpengalaman membuat suasana semakin seru dan mengundang teriakan gembira para peserta.
“Seru banget, selain karena naik Jeep bareng teman, supirnya suka atraksi yang buat kita kagum,” ujar salah satu siswi kelas VI Karimun Jawa, Alesia Azkadina.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman wisata yang menyenangkan, tetapi juga pembelajaran mengenai sejarah bencana, pentingnya mitigasi, serta refleksi keagamaan tentang kebesaran Allah SWT melalui fenomena alam.





0 Tanggapan
Empty Comments