Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar SAMAKARYA 2026 dengan memamerkan ratusan karya hasil praktikum mahasiswa di Dome Utara UMM pada 29–30 Juni 2026.
Mengusung tema “Beragam Akar, Tumbuh Bersama”, pameran tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan portofolio profesional sebagai hasil implementasi pembelajaran berbasis praktik.
Di tengah tuntutan industri kreatif yang semakin mengutamakan portofolio dibandingkan sekadar nilai akademik, SAMAKARYA menjadi bukti kesiapan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM dalam membangun kompetensi profesional sejak masih menempuh pendidikan.
SAMAKARYA menghadirkan karya dari berbagai peminatan di Program Studi Ilmu Komunikasi UMM, mulai dari Audio Visual, Public Relations, Jurnalistik, Fotografi, Komunikasi Grafis, hingga Center of Excellence (CoE) School of Creative Digital Communication (SCDC).
Tidak hanya menampilkan karya, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai agenda interaktif, seperti gelar wicara inspiratif, workshop podcast bersama Amazing Malang, kelas event organizer bersama Radar Malang, hingga Bioskop Keliling yang menayangkan film-film karya mahasiswa pada malam penutupan.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMM, Novin Farid Setyo Wibowo, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa pameran tersebut merupakan implementasi nyata kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang diterapkan di lingkungan kampus.
Menurutnya, setiap mata kuliah tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai capaian pembelajaran.
“Produk yang ditampilkan merupakan hasil perkuliahan maupun praktikum dalam rangka OBE. Karena kurikulum kami menuntut setiap mata kuliah menghasilkan karya, maka karya-karya itulah yang kemudian dipamerkan agar dapat diapresiasi sekaligus menjadi gambaran bagi calon mahasiswa mengenai proses pembelajaran di Ilmu Komunikasi UMM,” urai Novin.
Ia menambahkan, SAMAKARYA akan terus dikembangkan agar menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Ini bukan kegiatan tahunan, tetapi setiap semester. Untuk penyelenggaraan kali ini kami masih fokus di lingkungan kampus agar mahasiswa UMM lebih mengenalnya terlebih dahulu. Ke depan, kami ingin mengeksplorasi penyelenggaraan di ruang publik Kota Malang agar karya mahasiswa dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas,” tambahnya.
Antusiasme pengunjung terlihat sepanjang penyelenggaraan pameran.
Salah seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2024, Fahra Anissa Putri Murtado, menilai SAMAKARYA tidak hanya menghadirkan karya kreatif, tetapi juga pengalaman belajar yang interaktif.
“Kesannya seru, banyak tantangan, terus membuat otak semangat. Semoga ke depannya acaranya semakin ramai, semakin bagus, semakin meriah, dan makin banyak kegiatannya,” pungkasnya.
Menurut Fahra, kehadiran berbagai stan interaktif menjadikan SAMAKARYA bukan sekadar ajang pameran karya, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa, calon mahasiswa, dan masyarakat untuk melihat secara langsung kualitas pembelajaran kreatif di Program Studi Ilmu Komunikasi UMM.





0 Tanggapan
Empty Comments