Diklatsar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) PDPM Jepara V Tahun 2026 menghadirkan sejumlah kisah menarik. Selain diikuti peserta berusia 57 tahun, kegiatan ini juga mempertemukan ayah dan anak dalam satu agenda, baik sebagai pelatih dan peserta maupun sama-sama menjadi peserta.
Momen tersebut menjadi gambaran semangat regenerasi kader Muhammadiyah yang berlangsung secara nyata di lingkungan keluarga.
Salah satu kisah datang dari Burhanuddin, anggota Unit Provost Kokam Pemuda Muhammadiyah Jepara yang dipercaya panitia sebagai seksi kegiatan dalam Diklatsar Kokam V.
Di saat menjalankan tugas kepanitiaan, putranya, Rafa Qois Khoiruddin, mengikuti pendidikan dasar sebagai peserta.
“Alhamdulillah saya mulai awal kegiatan sampai selesai, bisa mendampingi peserta sampai selesai. Alhamdulilah juga selama kegiatan saya merasa bangga dengan peserta yang begitu antusias selama kegiatan berlangsung, walaupun pada jam 03 dinihari saya bangunkan untuk menjalankan rangkaian kegiatan salat qiamullail dan subuh juga dilanjutkan subuh, semua peserta tetap bangun,” terang Burhanudin, Selasa (7/7/2026).
Burhanuddin mengaku semakin bangga karena putranya mengikuti kegiatan tersebut atas keinginan sendiri.
Putranya yang lahir pada 16 September 2010 itu saat ini menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Modern Asy Syifa Muhammadiyah Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara dan akan memasuki kelas X pada tahun ajaran baru.
“Yang membuat saya senang itu saya sebagai orang tua tidak menyuruhnya, namun dari niat hatinya sendiri, dengan maksud ingin menambah ilmu, pengalaman, dan teman. Saya sebagai orang tua Rafa Qois juga merasa senang, semoga nantinya bisa menjadi kader penerus saya dalam mengawal dakwah Muhammadiyah dalam menggalakkan Amar Makruf nahi Munkar,” imbuh Burhanuddin.
Sementara itu, Rafa Qois Khoiruddin mengaku puas dapat menyelesaikan seluruh rangkaian Diklatsar Kokam meskipun menurutnya cukup berat bagi peserta pemula.
“Namun semua itu kalau diniati dangan ihlas dan sungguh sungguh insyaallah akan ada hikmah dan manfaatnya,” ucap Rafa Qois Khoiruddin.
Pengalaman serupa juga dirasakan Fahrurozi yang mendampingi putranya, Akmal Muhammad Azam Ar Razi, mengikuti Diklatsar Kokam V.
Anggota Kokam senior asal Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Jepara tersebut mengatakan dirinya telah mengajak anaknya mengenal kegiatan Kokam sejak duduk di bangku kelas III SMP.
“Anakku saya ajak kegiatan Kokam sejak kelas 3 SMP dan sekarang sudah mau kelas 2 Aliyah, dengan harapan bisa aktif di Muhammadiyah sebagai kader Muhammadiyah, juga anak pertama perempuan saya dorong aktif di organisasi, semua saya pasrahkan yang di atas kami hanya berusaha,” ujarnya.
Keunikan lainnya datang dari Yeni Mulyanto yang bertugas sebagai pelatih Diklatsar Kokam V.
Di tengah tugasnya melatih peserta, putranya, Khafid Tegar Mulyanto, juga mengikuti pendidikan dasar tersebut sebagai peserta.
” Saya senang dan bersyukur, memang sengaja saya suruh anak saya ikut biar jadi kader pengganti bapaknya. Anak saya namanya Khafid Tegar Mulyanto saat ini duduk di kelas 12 Ponpes Modern Muhammadiyah Asy Syifa Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara,” ujarnya.
Momen yang tak kalah menarik dialami Ahmad Nor Faozan. Bersama putranya, Muhammad Syiril Wafa, ia mengikuti seluruh rangkaian Diklatsar Kokam V sebagai peserta.
Putranya saat ini tercatat sebagai siswa SMK Muhammadiyah Mayong.
“Ikut Diklatsar seperti saudara, pas diklat tidak membedakan ayah dan anak semua sama-sama calon peserta dan ini menambah wawasan saya sama anak saya,” terang Ahmad Nor Faozan.
Kebersamaan ayah dan anak dalam Diklatsar Kokam V menjadi gambaran kuatnya proses kaderisasi Muhammadiyah yang dimulai dari lingkungan keluarga. Melalui kegiatan ini, semangat dakwah, kepemimpinan, disiplin, dan pengabdian diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi penerus.





0 Tanggapan
Empty Comments