Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wamendikdasmen Fajar: Sekolah Muhammadiyah Harus Menjadi Ahsanu ‘Amala

Iklan Landscape Smamda
Wamendikdasmen Fajar: Sekolah Muhammadiyah Harus Menjadi Ahsanu ‘Amala
Wamendikdasmen Fajar: Sekolah Muhammadiyah Harus Menjadi Ahsanu ‘Amala
pwmu.co -

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa sekolah Muhammadiyah harus menjadi ahsanu ‘amala, yakni amal terbaik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Fajar saat menghadiri Pengajian Ahad Pagi Muhammadiyah di Wanayasa, Banjarnegara, Sabtu (21/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan amal usaha pendidikan Muhammadiyah tidak cukup diukur dari banyaknya jumlah sekolah yang dimiliki, melainkan dari kualitas layanan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat.

“Yang akan dilihat masyarakat bukan hanya berapa banyak sekolah Muhammadiyah, tetapi seberapa baik kualitas layanan yang diberikan. Dalam Al-Qur’an, yang ditekankan adalah ahsanu ‘amala, amal yang terbaik, bukan sekadar amal yang terbanyak,” ungkap Fajar.

Fajar menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya, Muhammadiyah menjadikan pendidikan sebagai sarana pencerahan, mobilitas sosial, sekaligus bentuk pengabdian kepada bangsa.

Karena itu, sekolah Muhammadiyah harus mampu menjadi teladan dalam berbagai aspek, mulai dari mutu pembelajaran, tata kelola lembaga, akreditasi, kepemimpinan guru, hingga keberpihakan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, pendidikan merupakan jalan paling bermartabat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Orang tua mungkin tidak selalu dapat mewariskan harta kepada anak-anaknya, tetapi dapat mewariskan ilmu, karakter, dan masa depan yang lebih baik.

“Jangan sampai keterbatasan ekonomi dan sosial membatasi mimpi anak-anak kita untuk sekolah setinggi mungkin. Al-Qur’an mengingatkan agar kita jangan meninggalkan anak cucu dalam kondisi lemah: lemah secara pendidikan, ekonomi, dan sosial,” tuturnya merujuk pada QS An-Nisa ayat 9.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar yang juga menjabat Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PP Muhammadiyah mengapresiasi aspirasi warga Muhammadiyah untuk memperkuat layanan pendidikan menengah.

Menurutnya, peningkatan akses pendidikan setelah jenjang SMP/MTs menjadi salah satu agenda penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Kalau angka partisipasi pendidikan menengah meningkat, peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia juga semakin besar. Pendidikan SMA, MA, SMK, dan jalur yang setara harus kita dorong agar lebih banyak anak melanjutkan pendidikan,” jelasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Fajar juga menegaskan bahwa sekolah swasta, termasuk sekolah Muhammadiyah, tidak boleh dipandang sebagai pesaing sekolah negeri.

Sebaliknya, sekolah swasta merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjalankan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Ketika Muhammadiyah, NU, atau organisasi masyarakat lain mendirikan sekolah, keberadaannya harus dipermudah dan didukung karena membantu tugas negara,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa filosofi Sang Surya mencerminkan karakter Muhammadiyah yang memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

“Muhammadiyah itu seperti matahari, menyinari siapa pun. Sekolah, klinik, rumah sakit, dan amal usaha Muhammadiyah hadir untuk semua, bukan hanya untuk warga Muhammadiyah. Inilah khidmat Muhammadiyah untuk negeri,” ujarnya.

Usai pengajian, Fajar menjadi pembicara kunci dalam Seminar Pendidikan PDM Purbalingga yang dihadiri guru, kepala sekolah, dan aktivis pendidikan.

Dalam forum tersebut, ia menyampaikan bahwa Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Abdul Mu’ti terus berupaya mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto agar pendidikan bermutu dapat dirasakan seluruh anak Indonesia serta kesejahteraan guru semakin meningkat.

Fajar juga menyinggung kebijakan redistribusi guru ASN, baik PNS maupun PPPK, melalui Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pemerataan layanan pendidikan bermutu, termasuk di sekolah-sekolah yang dikelola masyarakat.

“Redistribusi guru bukan sekadar memindahkan guru, tetapi memastikan anak-anak mendapatkan guru secara lebih adil dan pembelajaran yang bermutu. Dengan semangat partisipasi semesta, karena melibatkan lintas Kementerian, Kemenpan RB, BKN, Pemda, perlahan kita bisa mewujudkan distribusi guru yang lebih berkeadilan, sehingga pendidikan bermutu untuk semua betul-betul dapat dirasakan,” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Satria - 22/06/2026 08:40
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu