Pondok Pesantren Al Muhajir Muhammadiyah Kedungpring menyelenggarakan kegiatan Haflah Akhirussanah sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya proses pendidikan para santri (16/6/2026).
Acara yang berlangsung dengan khidmat dan meriah tersebut dihadiri oleh PDM Lamongan, PCM Kedungpring, Mudir Ponpes Al Muhajir, dewan asatidz, wali santri, tokoh masyarakat, Ortom se-cabang serta para santri dari berbagai jenjang pendidikan.
Tahun ini sebanyak 12 santri resmi diwisuda dari jenjang SMP dan SMK setelah menuntaskan pendidikan di Pondok Pesantren Al Muhajir Muhammadiyah Kedungpring. Wisuda ini menjadi tonggak awal pengabdian mereka sebagai kader Muhammadiyah.
Dalam rangkaian acara tersebut, salah satu pembahasan yang menarik perhatian para hadirin adalah mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Mudir Ponpes Al Muhajir Ustadz Muhamad Mandom juga menegaskan dalam sambutannya.
“Meskipun AI berkembang sangat pesat dan mampu membantu manusia dalam berbagai bidang, santri tetap memiliki keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi,” ungkapnya.
Antara Santri dan AI
Disampaikan bahwa AI dapat mengolah data dengan cepat, menjawab berbagai pertanyaan, bahkan membantu menyelesaikan pekerjaan yang kompleks. Namun, AI tidak memiliki hati nurani, keimanan, dan kepedulian sosial sebagaimana yang dimiliki oleh seorang santri.
Keimanan menjadi fondasi utama yang membimbing santri dalam menentukan mana yang benar dan mana yang salah sesuai tuntunan agama. Dengan keimanan tersebut, santri tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Acara Haflah Akhirussanah juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan santri, pembacaan ayat suci al-Quran, kreasi santri, tari saman, serta doa bersama untuk keberkahan ilmu yang telah diperoleh. Para wali santri tampak antusias dan bangga menyaksikan perkembangan putra-putri mereka selama menempuh pendidikan di pesantren.
Wakil PDM Lamongan, Fathurrahim Syuhadi menyampaikan rasa bangga atas kemajuan berbagai AUM di Kedungpring yang terus menunjukkan perkembangan signifikan dari tahun ke tahun.
“Perkembangan tersebut tidak hanya terlihat dari bertambahnya jumlah peserta didik dan santri, tetapi juga dari peningkatan kualitas pendidikan, sarana prasarana, serta kontribusi nyata terhadap masyarakat sekitar. Menilai bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja sama yang baik antara pengelola AUM, pimpinan Muhammadiyah setempat, para guru, wali santri, dan masyarakat yang senantiasa memberikan dukungan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Al Muhajir Muhammadiyah Kedungpring berharap para santri dapat terus meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan, memperkuat keimanan, serta menjaga kepedulian terhadap sesama.
Di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan siap memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Dengan demikian, santri tidak hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menjadi pribadi yang memiliki karakter dan nilai-nilai kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan.
Dengan ditutupnya Haflah Akhirussanah ini, para santri resmi kembali ke tengah masyarakat membawa amanah sebagai kader Muhammadiyah.
Semua berharap silaturahmi dan nilai yang tertanam selama di pondok terus dijaga, sehingga lulusan Al Muhajir menjadi insan yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments