Tulisan ini adalah salinan dari buku “Menembus Benteng Tradisi: Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur 1921-2004″, Bab III berjudul “Muhammadiyah Masa Penjajahan (1921-1942)”, halaman 67, 68, dan sebagian 69.
Halaman sebelumnya: Buku Menembus Benteng Tradisi – 29
***
Halaman 67
- Tahap Perluasan
Pada tahap ini Muhammadiyah tersebar luas sampai ke Pamekasan, Kediri, Tulungagung, Banyuwangi, Magetan, Nganjuk, Pacitan, Tuban, Mojokerto dan Sidoarjo.
Pamekasan. Tidak diketahui siapa pendiri Muhammadiyah Pamekasan. Tetapi, Cabang Muhammadiyah Pamekasan masih memiliki duplikat surat resmi bertanggal 3 Dzulqa’dah 1378/10 Mei 1959 yang dikeluarkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Surat Ketetapan No. 99 tanggal 1 Juli 1928 untuk Cabang Muhammadiyah Pamekasan.(90)
Cabang Muhammadiyah Pamekasan periode pertama dipimpin oleh Ahmad Bauzier. Kantor dan pusat kegiatannya di Desa Gladag Anyar (sekarang Kacamatan Kota Pamekasan). Pada periode kedua, pengurus cabang dipimpin oleh Kyai Muhammad Syafi’i.(91)
Kediri. Di Kediri, Muhammadiyah pertama kali diperkenalkan pada 1928 oleh seorang pemuda bernama Masruqi, lulusan Madrasah Mambaul Ulum, Solo. Ia datang di Kediri dalam rangka membantu orang tuanya berdagang kain di pasar Kediri. Ia memperkenalkan Muhammadiyah melalui pengajian di Setono Gedong, kota Kediri.(92)
Halaman 68
Kader-kader perintis yang dibina oleh Masruqi antara lain, H. Mashadi (pedagang tegel berasal dari Madura), Sumowidigdo, Imam Supardi (pegawai Gemeente atau Kantor Kotapraja Kediri), S.A. Suwito, dan Basuki Nitirogo (keduanya dari Pare). Kapan persisnya Muhammadiyah Kediri berdiri, tidak ada catatan yang jelas; demikian juga dengan pengurus pertamanya.
Tetapi perkiraan yang paling dekat adalah sesudah tahun 1927 dan sebelum tahun 1933. Sebab, nama Kediri belum tercantum dalam daftar cabang dan ranting Muhammadiyah di Hindia Timur, tetapi telah tercantum dalam SM Tahun XIV [Mei 1933], (h. 67-68). Bahkan dalam SM itu disebutkan bahwa Muhammadiyah Kediri sudah berstatus cabang, sedangkan Pare berstatus ranting.
Tulungagung. Muhammadiyah Tulungagung berdiri pada 30 Juli 1932 dengan status ranting dalam wilayah Cabang Muhammadiyah Blitar.(93) Kemajuan Muhammadiyah Tulungagung cukup pesat, sebab pada 15 Juli 1933 telah tercatat dalam “Adresboek Muhammadiyah” sebagai cabang dengan nomor urut 220 dan nomor besluit 377. Cabang Muhammadiyah Tulungagung berada dalam lingkup Daerah Muhammadiyah Pasuruan.(94)
Siapa perintis pendiri Muhammadiyah Tulungagung, tidak ada catatan atau sumber yang dapat menjelaskan. Namun demikian, setidak-tidaknya ada dua tokoh yang menjadi utusan Cabang
Halaman 69
Muhammadiyah Tulungagung ke Kongres ke-22 di Semarang. Mereka adalah Suhari dan Sayudin.(95)
***
Buku Menembus Benteng Tradisi: Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur 1921-2004, diterbitkan oleh Hikmah Press, Surabaya, Juni 2005. Buku ini ditulis oleh Tim Penulis : Syafiq A. Mughni (Penanggung Jawab), Sjamsudduha (Ketua), dan Ahmad Nur Fuad (Sekretaris). Anggota: Lilik Zulaicha, A. Fatichuddin, Ainur Rofiq Sophiaan, Wisnu, Nadjib Hamid, Yuristiarso Hidayat, Muhsinul Ahsan, Biyanto, dan Ainun Najib. Konsultan: M. Habib Mustopo dan Aminuddin Kasdi.





0 Tanggapan
Empty Comments