Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Terapkan Kampus Berdampak Berbasis OBE, 114 Mahasiswa KKN Umsura Resmi Diterjunkan di Nganjuk

Iklan Landscape Smamda
Terapkan Kampus Berdampak Berbasis OBE, 114 Mahasiswa KKN Umsura Resmi Diterjunkan di Nganjuk
Terapkan Kampus Berdampak Berbasis OBE, 114 Mahasiswa KKN Umsura Resmi Diterjunkan di Nganjuk
pwmu.co -

Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) resmi menerjunkan 114 mahasiswa untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Penerimaan mahasiswa KKN berlangsung di Pendopo Kabupaten Nganjuk, Senin (6/7/2026), dan dihadiri Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A., jajaran camat, kepala desa, serta pimpinan Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Sebanyak 114 mahasiswa tersebut akan melaksanakan pengabdian di dua kecamatan dan enam desa. Di Kecamatan Sukomoro, mahasiswa ditempatkan di Desa Kedungsoko, Bagor Wetan, dan Sumengko. Sementara di Kecamatan Gondang, lokasi KKN meliputi Desa Pandean, Mojoseto, dan Karangsemi.

Seluruh peserta didampingi oleh enam Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Wakil Rektor I Umsura, Dr. dr. Muhammad Anas, Sp.OG., menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini mengusung konsep Kampus Berdampak melalui pendekatan Outcome-Based Education (OBE).

Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang menekankan hasil nyata dari proses pembelajaran di masyarakat.

“Kami menekankan kepada mahasiswa bahwa KKN bukan lagi sekadar pemenuhan SKS atau aktivitas seremonial di atas kertas. Melalui pendekatan OBE, fokus utama kami adalah seberapa besar dampak nyata (outcome) dan kemaslahatan berkelanjutan yang ditinggalkan oleh mahasiswa untuk memajukan desa,” ujar Dr. dr. Muhammad Anas, Sp.OG.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjadikan KKN sebagai ruang belajar yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman akademik.

“Mahasiswa harus mempraktikkan ilmu dan keterampilan akademisnya untuk menjawab permasalahan konkret di desa. Di sisi lain, mereka juga wajib belajar langsung dari masyarakat—menyerap kearifan sosial, budaya, serta ketangguhan perekonomian lokal masyarakat Nganjuk yang sangat luar biasa,” tambahnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A., menyambut baik kehadiran mahasiswa Umsura dan berharap program KKN mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Nganjuk memiliki potensi besar di sektor pertanian dan membutuhkan dukungan inovasi dari kalangan akademisi.

“Nganjuk merupakan produsen bawang merah terbesar kedua di Indonesia setelah Brebes. Kami juga terus menggenjot komoditas padi, jagung, kedelai, hingga cabai rawit. Di era modern ini, kehadiran inovasi teknologi dan pemikiran segar dari mahasiswa Umsura sangat kami harapkan untuk bersinergi dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan memajukan perekonomian desa,” ungkap Bupati Marhaen.

Selain sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga mengembangkan Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) yang berfokus pada penguatan UMKM, pariwisata, dan kuliner khas seperti Pecel Bledek.

Pemerintah daerah juga mengembangkan Kawasan Industri Nganjuk (KING) sebagai bagian dari strategi hilirisasi industri yang mengintegrasikan hasil pertanian lokal dengan sektor manufaktur.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, enam kepala desa, Camat Sukomoro Wisnu Anang Prabowo, S.P., serta Camat Gondang Bayu Istas Sasongko, S.STP., M.AP., program KKN Umsura diharapkan mampu melahirkan berbagai program pengabdian yang inovatif, adaptif, dan memberikan dampak sosial maupun ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Revisi Oleh:
  • Satria - 07/07/2026 00:35
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu