Penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu pokok bahasan dalam Talkshow Milad ke-109 Aisyiyah Kota Surabaya yang digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Ahad (5/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Dra. Siti Dalilah Candrawati, M.Ag., mengajak kader Aisyiyah menjadikan keluarga sebagai basis dakwah sekaligus membangun perdamaian di tengah masyarakat.
Talkshow yang berlangsung di Gedung At-Tauhid lantai 13 Universitas Muhammadiyah Surabaya itu diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri atas perwakilan cabang Aisyiyah se-Kota Surabaya.
Dalam pemaparannya, Siti Dalilah menjelaskan bahwa Aisyiyah merupakan gerakan perempuan Islam yang terus memperkuat peran cabang dan ranting sebagai ujung tombak dakwah di tengah masyarakat. Menurutnya, penguatan organisasi perlu berjalan seiring dengan penguatan kualitas kader dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.
Ia mengutip firman Allah Swt. dalam Surah An-Nahl ayat 97, “Man ‘amila shalihan min dzakarin au untsa…”, sebagai landasan bahwa laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk beramal saleh dan memperoleh balasan terbaik dari Allah Swt. Selain itu, ia juga mengaitkan peran Aisyiyah dengan pesan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin sebagaimana termuat dalam Surah Al-Anbiya ayat 107.
Menurut Siti Dalilah, perempuan Aisyiyah diharapkan memiliki karakter yang beriman dan bertakwa, taat beribadah, berakhlakul karimah, berpikiran tajdid (berkemajuan), mengamalkan Islam wasathiyah, gemar beramal saleh, serta menghargai keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyoroti tingginya angka perceraian di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi perhatian bersama sehingga keluarga perlu mendapat penguatan sebagai lingkungan pertama dalam pembentukan karakter.
“Aisyiyah harus menjadi aktor perdamaian, dimulai dari keluarga sendiri. Ketahanan keluarga menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadaban,” tegasnya.
Siti Dalilah menjelaskan bahwa penguatan keluarga perlu diwujudkan melalui pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari kehidupan pribadi, keluarga, hingga lingkungan masyarakat. Dengan demikian, kader Aisyiyah diharapkan tidak hanya berperan dalam aktivitas dakwah di ruang publik, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun keluarga sakinah yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ia menambahkan bahwa peran keluarga memiliki kaitan erat dengan upaya membangun masyarakat yang damai. Oleh karena itu, menurutnya, pembinaan keluarga menjadi salah satu aspek yang perlu terus diperkuat melalui berbagai program organisasi.
Talkshow tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Milad ke-109 Aisyiyah Kota Surabaya yang menghadirkan pembahasan mengenai peran perempuan dalam dakwah, penguatan organisasi, serta ketahanan keluarga sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments