Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga berani menciptakan peluang nyata di dunia usaha. Hal inilah yang dibuktikan oleh Abdurrahman Sayuti, alumnus Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2020, yang sukses meniti karier sebagai eksportir arang briket hingga menembus pasar internasional.
Kesuksesan pria yang akrab disapa Sayuti tersebut tidak diraih secara instan. Perjalanannya dimulai dari nol pada tahun 2022 saat dirinya masih duduk di semester tiga perkuliahan. Menariknya, modal awal bisnis yang ia bangun berasal dari hasil usaha jual-beli motor bekas dan suku cadang.
“Modal pertama saya itu murni dari jual-beli motor dan suku cadang. Dari situ saya mulai menabung dan akhirnya berani banting setir membangun perusahaan arang briket,” ungkap Sayuti.
Pada tahap awal merintis usaha, Sayuti tidak segan turun langsung ke lapangan. Sepulang kuliah, ia menjajakan produknya di pasar-pasar tradisional untuk memahami kebutuhan dan karakter pasar secara langsung.
Pengalaman tersebut menjadi proses penting yang membentuk mental bisnis dan kemampuannya membaca peluang usaha.
Perjalanan bisnisnya mulai mengalami perkembangan signifikan ketika ia aktif membangun jejaring dan relasi profesional. Titik balik usahanya terjadi saat mengikuti forum bisnis nasional yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur.
Dari forum tersebut, Sayuti berhasil menjalin kolaborasi dengan pelaku industri yang kemudian membawanya melakukan ekspor perdana arang briket ke Singapura pada tahun 2023.
Kini, bisnis yang dirintisnya berkembang pesat. Dalam satu kali pengiriman, usahanya mampu memenuhi permintaan pasar ekspor hingga 15 ton arang briket.
Keuntungan yang diperoleh pun terbilang fantastis.
“Kalau kita hitung omzet bersih, itu berkisar antara Rp90 juta hingga Rp130 juta untuk sekali transaksi. Angka ini bahkan bisa lebih besar untuk pengiriman dalam skala partai besar,” jelasnya.
Di balik capaian tersebut, Sayuti menegaskan bahwa relasi dan networking menjadi faktor paling penting dalam mempertahankan bisnis ekspor.
Ia juga mengakui bahwa wawasan akademik yang diperoleh selama kuliah di UMM, khususnya melalui mata kuliah Bisnis Internasional, memberikan fondasi berpikir yang kuat dalam membaca peluang pasar global.
Sebagai penutup, Sayuti menitipkan pesan kepada mahasiswa agar tidak hanya fokus mengejar nilai akademik, tetapi juga aktif mencari pengalaman dan memperluas relasi.
“Sebagai mahasiswa, selain ambisius terhadap nilai akademik, kita juga harus ambisius terhadap pengalaman. Pintar-pintarlah mengambil kesempatan dan memperluas relasi. Dari situlah peluang besar akan terbuka,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments