Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tangis Haru Iringi Pelepasan Amanda Setelah 18 Tahun Menjadi Bagian LKSA Muhammadiyah Kenjeran

Iklan Landscape Smamda
Tangis Haru Iringi Pelepasan Amanda Setelah 18 Tahun Menjadi Bagian LKSA Muhammadiyah Kenjeran
Tangis Haru Iringi Pelepasan Amanda Setelah 18 Tahun Menjadi Bagian LKSA Muhammadiyah Kenjeran
pwmu.co -

Suasana penuh haru dan kehangatan menyelimuti aula LKSA Muhammadiyah Kenjeran saat keluarga besar lembaga tersebut melepas Amanda Oktavia untuk melanjutkan perjalanan hidupnya di tengah masyarakat, Rabu (3/6/2026).

Pelepasan tersebut menjadi momen yang emosional bagi seluruh pengurus, pengasuh, dan anak asuh lainnya. Pasalnya, Amanda bukan sekadar santri, melainkan bagian dari keluarga besar LKSA Muhammadiyah Kenjeran yang telah tumbuh dan berkembang bersama selama kurang lebih 18 tahun.

Amanda mulai tinggal di LKSA Muhammadiyah Kenjeran sejak duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar. Di tempat itulah ia menjalani masa tumbuh kembangnya, menempuh pendidikan, membangun mimpi, hingga akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana.

Tidak hanya itu, setelah menyelesaikan studinya, Amanda juga mengabdikan diri sebagai santri pengabdian yang turut mendampingi dan membimbing adik-adiknya di lingkungan panti.

Prosesi pelepasan diawali dengan pembacaan surat pelepasan anak asuh yang kemudian diserahkan kepada orang tua kandung Amanda. Momen tersebut langsung menghadirkan suasana haru di antara para hadirin yang menyaksikan perjalanan panjang seorang anak yang telah dibesarkan dengan penuh kasih sayang selama hampir dua dekade.

Orang tua asuh Amanda, Yuli, menyampaikan rasa syukur sekaligus haru atas perjalanan panjang yang telah dilalui Amanda bersama keluarga besar LKSA Muhammadiyah Kenjeran.

“Hari ini bukanlah perpisahan, tetapi tanda bahwa Amanda telah tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Kami hanya berusaha membimbing dan mengasuh dengan kemampuan yang kami miliki. Jika selama proses itu ada tutur kata, sikap, maupun tindakan yang kurang berkenan, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” tuturnya dengan suara bergetar.

Suasana semakin mengharukan ketika Amanda menyampaikan sambutan perpisahannya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus dan pengasuh yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya.

“Terima kasih atas semua bimbingan, kasih sayang, perhatian, dan pengorbanan yang telah diberikan kepada saya selama ini. Apa yang saya miliki hari ini tidak lepas dari doa, perjuangan, dan pengorbanan bapak ibu semua,” ungkap Amanda.

Dalam kesempatan tersebut, Amanda juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar panti atas segala kesalahan yang pernah dilakukannya selama menjadi anak asuh.

“Saya mohon maaf atas segala kesalahan yang pernah saya lakukan selama menjadi santri di sini. Jangan pernah melupakan saya, karena saya juga tidak akan pernah melupakan jasa dan perjuangan bapak ibu pengurus serta seluruh keluarga besar panti yang telah memberikan kasih sayang kepada saya,” tuturnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ungkapan tulus tersebut membuat banyak hadirin tidak kuasa menahan air mata. Bagi Amanda, LKSA Muhammadiyah Kenjeran bukan sekadar tempat tinggal, melainkan rumah yang membentuk karakter, menumbuhkan harapan, dan mengajarkan arti perjuangan dalam kehidupan.

Sementara itu, Kepala LKSA Muhammadiyah Kenjeran, Wasyib Tirtanang, mengaku bangga melihat perkembangan Amanda yang tumbuh menjadi pribadi dewasa dan berpendidikan.

“Hari ini kami melepas Amanda dengan rasa bangga sekaligus haru. Kami menyaksikan sendiri bagaimana Amanda tumbuh dari seorang anak kecil menjadi pribadi yang dewasa, berpendidikan, dan memiliki semangat pengabdian yang luar biasa,” ujarnya.

Ia meyakini nilai-nilai yang selama ini ditanamkan di lingkungan panti akan menjadi bekal berharga bagi Amanda dalam menjalani kehidupan di masa depan.

“Di mana pun Amanda berada, rumah ini akan selalu terbuka untuknya,” tambahnya.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan saling bersalaman. Tangis haru yang pecah dalam pelukan antara Amanda, para pengasuh, pengurus, serta adik-adik santri menjadi gambaran kuatnya ikatan kekeluargaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Pelepasan Amanda menjadi bukti bahwa keberhasilan sebuah lembaga pengasuhan tidak hanya diukur dari capaian pendidikan anak asuhnya, tetapi juga dari ikatan kasih sayang dan nilai kekeluargaan yang terus hidup bahkan setelah mereka meninggalkan panti.

Meski kini Amanda akan melangkah menuju fase kehidupan yang baru, jejak pengabdiannya akan tetap menjadi bagian dari sejarah dan kenangan keluarga besar LKSA Muhammadiyah Kenjeran.

Revisi Oleh:
  • Satria - 04/06/2026 09:27
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu