Sebanyak 100 guru Kelompok Bermain (KB) dan TK Aisyiyah se-Kabupaten Gresik mengikuti Pelatihan Dolanan Bocah Ciptaan Guru yang diselenggarakan Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik di SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb), Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) sekaligus mendorong guru menghadirkan pembelajaran yang kreatif melalui permainan tradisional.
Persiapan pelatihan dilakukan selama sekitar satu setengah bulan. Melalui kegiatan ini, LBSO PDA Gresik berupaya mendukung pemenuhan hak anak, khususnya hak tumbuh dan berkembang melalui lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, serta berbasis budaya lokal.
Ketua LBSO PDA Kabupaten Gresik, Ayu Mira, S.T., S.Pd., mengatakan pelatihan tersebut diselenggarakan tanpa Sumbangan Wajib Peserta (SWP). Seluruh pembiayaan didukung oleh PDA Kabupaten Gresik bersama para sponsor agar para guru dapat mengikuti kegiatan secara gratis.
“Pelatihan ini diselenggarakan tanpa Sumbangan Wajib Peserta. Kami berharap guru-guru dapat menimba ilmu dengan tenang dan menerapkan dolanan bocah hasil karya mereka untuk peserta didik di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Menurut Ayu Mira, pelatihan ini tidak berhenti pada proses pembelajaran semata. Sebagai tindak lanjut, LBSO akan bersinergi dengan Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Gresik untuk menggelar Lomba Cipta Dolanan Bocah di tingkat cabang.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu mendorong lahirnya berbagai permainan edukatif karya guru sekaligus menjadi upaya melestarikan budaya lokal, khususnya permainan tradisional yang berkembang di Kabupaten Gresik.
Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya aman, tetapi juga menyenangkan bagi anak. Melalui permainan tradisional, peserta didik dapat belajar sambil bermain, memperkuat karakter, menumbuhkan kepedulian, serta membangun semangat kebersamaan.
Melalui pelatihan ini, LBSO PDA Gresik berharap guru-guru KB dan TK Aisyiyah mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif dengan memanfaatkan dolanan bocah sebagai media edukasi. Selain mendukung tumbuh kembang anak, permainan tradisional juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan budaya daerah sejak usia dini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments