Sebanyak 20 siswa hebat SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage mengikuti kegiatan kelas potensi dengan belajar mengupas telur rebus, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini bertujuan melatih keterampilan motorik dan sensori sekaligus mengembangkan kemandirian anak.
Pagi itu, para siswa bersama guru pendamping atau shadow teacher berkumpul di depan kantor Tata Usaha. Mereka duduk di atas terpal sambil membawa telur rebus masing-masing.
Dengan pendampingan guru, anak-anak mulai belajar mengupas kulit telur. Setelah berhasil mengupas, telur diletakkan di dalam mangkuk, kemudian disantap bersama-sama.
Proses belajar berlangsung dengan beragam respons. Sebagian siswa mampu mengupas telur dengan baik, sedangkan yang lain masih membutuhkan bantuan. Ada pula siswa yang menangis karena merasa asing dengan tekstur kulit telur.
Salah satu siswa, Muhammad Alfarizqi Shaquille Elharamain, yang masih dalam proses perkembangan sensori, menunjukkan penolakan ketika diberi telur. Guru pendampingnya, Ustazah Umi Hanik Rahayu, S.Pd., bahkan mencoba memberikan telur imitasi berbahan jelly. Namun, ia tetap menolak.
Melatih Keterampilan dan Kemandirian
Koordinator kelas inklusi SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, Dyta Pratikna, S.Psi., menjelaskan bahwa kelas potensi dirancang untuk melatih keterampilan dasar dan life skill siswa sekaligus menggali kemampuan mereka.
“Hari ini jadwalnya belajar mengupas telur untuk melatih keterampilan motorik dan sensori, seperti perasaan, rasa, dan bau anak,” ujar Dyta.
Menurutnya, kegiatan sederhana seperti mengupas telur dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk mengenali tekstur, melatih koordinasi gerakan tangan, serta merespons pengalaman baru sesuai tahap perkembangannya.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap keterampilan motorik dan sensori para siswa semakin berkembang. Selain itu, pembelajaran praktik sehari-hari diharapkan dapat membantu anak membangun kemandirian secara bertahap dengan dukungan guru pendamping.
Kegiatan kelas potensi ini menjadi salah satu upaya SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage dalam menghadirkan pembelajaran inklusif yang memperhatikan kebutuhan dan perkembangan setiap siswa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments