Anggota Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur sekaligus Direktur Yayasan Seribu Senyum, M. Syafrizal Izaqi (Zaqi), melakukan kunjungan ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada akhir Oktober 2026. Kunjungan ini diisi dengan koordinasi dan pelaksanaan program kemanusiaan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selama berada di Palangka Raya, Zaqi berkolaborasi dengan keluarga besar Muhammadiyah Kalimantan Tengah, meliputi PWM Kalteng, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kalteng, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalteng. Sejumlah mitra di luar Muhammadiyah juga terlibat, di antaranya Parahita Diagnostic Center, Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM), MOP Beauty milik Tasya Farasya, SkinGame, OMRON, serta MyDay and Jars Social Project.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sejumlah program kemanusiaan yang menyasar masyarakat umum, guru dan tenaga pendidik, anak-anak sekolah, pengemudi ojek online, serta petugas dan relawan pemadam kebakaran.
Perluas Layanan bagi Masyarakat Terdampak
Zaqi menjelaskan, program kemanusiaan yang dijalankan bersama keluarga besar Muhammadiyah Kalimantan Tengah dan sejumlah mitra mencakup penyediaan oksigen, pembagian masker, injeksi vitamin, pemeriksaan kesehatan gratis, serta distribusi air bersih.
“Program yang kami jalankan di Palangka Raya menyasar beberapa kelompok masyarakat, mulai dari masyarakat umum, guru dan tenaga pendidik, anak-anak sekolah, pengemudi ojek online, hingga petugas dan relawan pemadam kebakaran. Bentuk dukungannya meliputi penyediaan oksigen, pembagian masker, injeksi vitamin, pemeriksaan kesehatan gratis, dan distribusi air bersih,” jelasnya.
Salah satu kegiatan berlangsung pada Ahad (25/10/2026). Sebanyak 300 petugas dan relawan pemadam kebakaran mendapatkan layanan injeksi vitamin gratis. Kegiatan ini melibatkan IMM Kalteng, Yayasan Seribu Senyum, Parahita Diagnostic Center, MDMC Kalteng, dan RSI PKU Muhammadiyah.
Selain injeksi vitamin, para petugas juga mendapatkan dukungan berupa susu, masker, dan oksigen portabel. Dukungan kesehatan ini diberikan kepada petugas dan relawan yang menjalankan tugas pemadaman di tengah paparan asap dan kondisi lapangan yang berat.
“Petugas dan relawan pemadam juga menjadi perhatian kami. Mereka berada di lapangan dan menghadapi paparan asap selama menjalankan tugas. Karena itu, kami berupaya menghadirkan dukungan kesehatan, salah satunya melalui pemberian injeksi vitamin, masker, dan oksigen,” tambahnya.
Selain menyasar petugas pemadam, layanan kemanusiaan juga menjangkau masyarakat terdampak melalui pemeriksaan kesehatan, rumah aman asap, penyediaan oksigen, serta distribusi air bersih dan masker.
Membangun Kolaborasi Jangka Panjang
Zaqi mengatakan, penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, pemerintah, relawan, organisasi kemanusiaan, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memperkuat upaya penanganan bencana.
“Di Seribu Senyum, kami percaya bahwa penanganan bencana membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Pemerintah, relawan, organisasi kemanusiaan, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat perlu mengambil peran masing-masing agar upaya penanganan dapat berjalan lebih kuat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kunjungannya ke Palangka Raya juga dimanfaatkan untuk bertemu dengan berbagai mitra dan membangun hubungan kerja sama jangka panjang. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kemanusiaan bersama keluarga besar Muhammadiyah Kalimantan Tengah.
Keterlibatan PWM, MDMC, IMM, serta berbagai mitra lainnya menjadi bagian dari kolaborasi yang dibangun selama kegiatan berlangsung. Melalui kerja sama tersebut, masing-masing pihak dapat mengambil peran sesuai kapasitas dan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung masyarakat terdampak.
“Upaya kemanusiaan membutuhkan kesinambungan. Dukungan kepada masyarakat terdampak tidak seharusnya berhenti ketika perhatian terhadap bencana mulai berkurang. Karena itu, penguatan jejaring dan kerja sama jangka panjang menjadi salah satu hal yang ingin kami bangun melalui kunjungan ini,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan dan pertemuan dengan para mitra tersebut, Seribu Senyum bersama keluarga besar Muhammadiyah Kalimantan Tengah berupaya memperkuat kerja sama dalam pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak karhutla. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments