Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Arisan Silaturahim SD Musix: Menguatkan Ukhuwah, Mengukir Keikhlasan dalam Pengabdian

Iklan Landscape Smamda
Arisan Silaturahim SD Musix: Menguatkan Ukhuwah, Mengukir Keikhlasan dalam Pengabdian
Arisan Silaturahim SD Musix: Menguatkan Ukhuwah, Mengukir Keikhlasan dalam Pengabdian
pwmu.co -

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam agenda rutin Arisan Silaturahim Guru dan Karyawan SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix).

Pada putaran ke-8 ini, kegiatan berlangsung di kediaman Kepala Tata Usaha SD Musix, Evi Firdaiani, yang berlokasi tidak jauh dari sekolah, Selasa (16/06/2026).

Kegiatan ini terhadiri oleh seluruh guru dan karyawan beserta keluarga. Turut hadir pula Wakil Ketua Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo Surabaya, Luluk Humaidah SPdI MPd, yang berkesempatan memberikan tausiyah.

Mengawali acara, Kepala SD Musix Munahar SHI MPd, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya arisan silaturahim tersebut. Ia menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan sekolah.

Apresiasi 40 Tahun Pengabdian Basirun

Dalam kesempatan itu, pihak sekolah memberikan tali asih kepada Basirun SPd, salah satu guru senior yang telah mengabdikan diri selama hampir 40 tahun sebagai pendidik di Muhammadiyah. Saat ini, Basirun telah resmi memasuki masa purna tugas sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai bentuk penghormatan, sekolah menyerahkan cenderamata berupa foto kenangan dan bantuan dana sebagai ungkapan terima kasih atas dedikasi panjangnya.

“Insyaallah, bagi teman-teman yang nantinya memasuki masa purna tugas, akan kami ajukan kepada Persyarikatan untuk tetap mendapatkan kesempatan pengabdian pascapurna” ungkap Munahar.

Meski demikian, Munahar menambahkan bahwa keputusan tersebut tetap dikembalikan kepada kesiapan masing-masing individu. “Jika masih sehat dan mampu, silakan melanjutkan pengabdian. Namun jika ingin beristirahat, kami tentu tidak memaksakan” imbuhnya.

Belajar Keikhlasan dari Almarhum KH Najib Hamid

Suasana haru menyelimuti acara saat Luluk Humaidah—yang akrab disapa Bunda Luluk—menyampaikan tausiyahnya. Ia membagikan motivasi sarat makna yang diangkat dari pengalaman pribadinya bersama almarhum KH Najib Hamid.

Bunda Luluk menceritakan bagaimana sosok yang turut membidani berdirinya PWMU.CO tersebut tidak pernah lepas dari jalur dakwah, bahkan di masa-masa akhir hayatnya.

“Dalam kondisi sakit, beliau masih memaksakan diri keluar rumah. Setelah saya cek, ternyata beliau tetap menjalankan tugas sebagai khatib di Gresik” kisahnya penuh haru.

Ia juga mengungkapkan pesan mendalam yang selalu tertulis di meja kerja almarhum dan terus ia ingat sampai sekarang: “Mati itu bahaya, lebih bahaya lagi kalau tidak ingat kematian” terang Luluk.

SMPM 5 Pucang SBY

Janji Allah dalam Al-Qur’an

Dalam ceramahnya, Bunda Luluk menegaskan bahwa pengabdian di jalan dakwah tidak akan pernah sia-sia. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Muhammad Ayat 7:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

Menurutnya, selama seseorang mengabdikan diri sebagai pendidik dengan niat yang ikhlas, maka Allah akan senantiasa menjaga dan mencukupkan kehidupannya.

“Walaupun secara nominal mungkin belum sesuai standar, tetapi jika berkah, maka akan selalu terasa cukup” ujarnya.

Di samping itu, Bunda Luluk juga mengapresiasi rencana Kepala SD Musix yang akan memprogramkan penyediaan rumah bagi guru dan karyawan, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.

Mengakhir tausiyahnya, ia mengingatkan kembali pesan klasik pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang tetap relevan melintasi zaman. “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah” pesannya.

Ia menegaskan makna dari pesan tersebut adalah keikhlasan total dalam berjuang. Muhammadiyah harus digerakkan oleh ketulusan hati para kadernya, sehingga tetap mandiri, bersih dari konflik kepentingan, dan konsisten dalam dakwah sosial-keagamaan.

Agenda arisan silaturahim ini akhirnya tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga momentum penguatan nilai-nilai keikhlasan, kebersamaan, dan semangat pengabdian dalam membangun pendidikan yang berkemajuan.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 17/06/2026 20:50
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu