Suasana lapangan SMP Muhammadiyah 1 (Spemutu) Gresik di Jalan KH Kholil No. 90, mendadak riuh rendah pada Jumat pagi, (17/7/2026). Jerit keseruan dan gelak tawa ratusan siswa memecah terik matahari yang menyengat. Sebanyak 315 siswa kelas VII, VIII dan IX basah kuyup setelah diguyur “pesta air” dari pipa semprot armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik.
Penyemprotan air ini bukan tanpa alasan. Momen ikonik tersebut menjadi puncak sekaligus penanda resmi berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) tahun ajaran 2026/2027 di Spemutu Gresik.
Setelah lima hari mengikuti materi ruangan yang cukup menguras energi dan konsentrasi, ritual guyuran air ini menjadi simbol penyegaran sekaligus penanda semangat baru bagi para siswa untuk memulai lembaran baru di jenjang sekolah menengah pertama.
Acara penutupan ini sengaja dikonsep berbeda agar memberikan kesan mendalam dan tidak terlupakan bagi para siswa baru. Pihak sekolah sengaja menggandeng Dinas Damkarla Kabupaten Gresik untuk memberikan kejutan di akhir sesi.
Sebelum air disemprotkan, para siswa terlebih dahulu berkumpul di tengah lapangan untuk mendengarkan sosialisasi materi tanggap darurat dan respon kegawatdaruratan serta mempraktikkan langsung cara mengatasi gas elpiji yang terbakar, mematikan api dengan Apar (alat pemadam api ringan) dan mematikan api dengan kain basah.
Begitu sambutan penutupan yang disampaikan oleh Sulistyaningsih MPd selaku kepala sekolah ditutup, petugas Damkar langsung mengarahkan nozzle ke udara, menciptakan efek hujan deras yang langsung disambut sorak-sorai histeris dari 315 peserta. Tidak ada rasa takut, yang ada justru riang gembira. Mereka saling berpegangan tangan, melompat-lompat, dan merayakan keberhasilan melewati masa orientasi bersama teman-teman baru.
Lingkungan Belajar yang Positif
Hefa Yustiafanani selaku panitia kegiatan Fortasi menyampaikan bahwa tradisi ini membawa filosofi mendalam. Air yang menyemprot dan membersihkan sisa debu serta keringat selama berkegiatan disimbolkan sebagai pembersih diri dari hal-hal negatif. Harapannya, para siswa memasuki lingkungan belajar yang baru dengan hati yang bersih, pikiran yang segar, dan semangat yang menyala-nyala.
“Setiap tahun panitia Spemutu Gresik berusaha membuat penutup kegiatan yang lain dari umumnya. Kesan ini diberikan agar seluruh siswa peserta mempunyai pengalaman yang berbeda,” ujar guru mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial tersebut.
Selain itu juga edukasi, simulasi, pembekalan singkat mengenai tanggap bencana Kebakaran, cara menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan), hingga bagaimana memadamkan api secara tradisional menggunakan kain basah jadi panduan peserta didik di masyarakat atau lingkungan rumah merupakan poin plus peningkatan kompetensi siswa.
Kerja sama interaktif antara Spemutu Gresik dan Damkarla ini sukses menciptakan penutupan masa orientasi yang tidak hanya edukatif, tetapi juga sangat menghibur. Beberapa siswa mengaku sangat terkesan dengan kejutan ini.
Aquinsha Nazhifa Salzabila salah satunya, siswa yang akrab dipanggil Inca tersebut mengungkap rasa gembiranya. Menurut remaja kelahiran Gresik tersebut Fortasi di Spemutu penuh keseruan, ramah anak, dan mempererat kebersamaan.
“Tadi ketika materi penanganan hewan liar saya dan teman teman memegang ular phyton yang dibawa oleh bapak Damkar dan berfoto bersama, senang rasanya ketika diberikan kesempatan untuk memegang dan berinteraksi meski sebentar,” tutupnya.
Hal yang sama disampaikan oleh Decha Chairunnisa Irwanto, baginya di guyur air dari mobil damkar merupakan pengalaman pertama kali yang menyenangkan. Suatu hal yang belum ia pernah rasakan apalagi bersama ratusan temannya. Ia berharap dengan kegiatan ini semangatnya bersekolah menuntut ilmu dan mengembangkan kompetensi yang ada di dalam dirinya dapat meningkatkan dimasa mendatang.
Acara ditutup dengan bernyanyi bersama yang dipandu oleh siswa mutu gressie dengan diiringi tabuhan bass drum. Seluruh siswa kelas VII, VIII dan IX tersenyum lebar dan ceria meski baju mereka basah kuyup.
Momen Jumat membekas ini menjadi langkah awal yang solid bagi 315 siswa Spemutu Gresik untuk mengukir prestasi gemilang selama tiga tahun ke depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments