Siswa SD Muhammadiyah 26 (M26) Surabaya mendapatkan pengalaman belajar bahasa Inggris yang berbeda melalui program Fluent (Fun Way Learning With Native). Kegiatan yang digelar Selasa (3/11/2026) ini mengajak siswa berkomunikasi langsung dengan penutur asli sekaligus mengenal budaya dari berbagai negara.
Program yang diinisiasi melalui International Class Program (ICP) tersebut bertujuan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperluas wawasan tentang keberagaman budaya dunia melalui pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Fluent menghadirkan tiga tamu dari mancanegara, yakni Miss Myriam dari Prancis, Miss Emmy dari Jerman, dan Mr. Umair dari Kanada.
Kegiatan berlangsung dalam dua kelompok. Siswa ICP kelas 1, 2, dan 3 berinteraksi bersama Miss Myriam dan Miss Emmy. Mereka mendengarkan cerita tentang budaya Prancis dan Jerman, kemudian mengikuti aktivitas kreatif dengan membuat miniatur gedung sekolah dari kertas.
Sementara itu, siswa ICP kelas 4 dan 5 belajar bersama Mr. Umair dari Kanada. Mereka diajak mengenal kehidupan masyarakat Kanada melalui diskusi interaktif. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik keterampilan seni menganyam untuk membuat tempat pensil unik.
Koordinator ICP SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Ustadzah Laily, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kegiatan Fluent dirancang agar anak-anak tidak hanya belajar bahasa Inggris secara teoritis, tetapi juga berani berkomunikasi langsung dengan penutur asli. Lewat cara yang menyenangkan dan penuh aktivitas kreatif ini, kami berharap rasa ingin tahu, percaya diri, serta wawasan kebinekaan global para siswa semakin berkembang,” ujarnya seusai kegiatan.
Antusiasme juga terlihat dari para peserta. Fahri, siswa ICP kelas 3, mengaku senang mendapat kesempatan bertemu dan belajar bersama penutur asli dari Prancis dan Jerman.
“Seru banget bisa ketemu Miss Myriam dan Miss Emmy! Selain bercerita tentang negaranya, kami juga diajak membuat miniatur sekolah dari kertas. Aku jadi makin percaya diri berbicara bahasa Inggris,” kata Fahri dengan antusias.
Pengalaman serupa dirasakan Yasmin, siswa ICP kelas 5. Ia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru saat mengikuti sesi bersama Mr. Umair.
“Menyenangkan sekali belajar bersama Mr. Umair. Beliau bercerita banyak tentang Kanada dan mengajari kami menganyam tempat pensil. Acaranya seru, tidak membosankan, dan menambah wawasan,” ungkap Yasmin.
Melalui program Fluent, SD Muhammadiyah 26 Surabaya menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan berbahasa, tetapi juga pengalaman lintas budaya. Interaksi langsung dengan penutur asli diharapkan dapat membangun keberanian siswa untuk berkomunikasi sekaligus menumbuhkan wawasan global sejak dini. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments