Keberkahan tidak selalu datang dalam bentuk rezeki yang melimpah, rumah yang besar, atau kehidupan yang serba mudah.
Kadang, keberkahan justru terasa ketika seseorang mampu menikmati makanan sederhana, pulang ke rumah dengan hati tenang, atau bangun pagi dengan tubuh sehat dan keluarga yang masih lengkap.
Amal saleh menjadi salah satu jalan untuk meraih keberkahan hidup. Di antara amal itu, mensyukuri segala nikmat Allah merupakan amalan yang tampak sederhana, tetapi memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang menjalani kehidupan.
Nikmat yang Sering Terlupakan
Pagi itu, seorang ayah duduk di meja makan. Di hadapannya ada sepiring nasi, telur dadar, dan segelas teh hangat. Ia baru saja pulang bekerja setelah melewati perjalanan panjang. Wajahnya tampak lelah.
Sambil makan, ia mengeluhkan penghasilan yang belum cukup. Harga kebutuhan terus naik. Biaya sekolah anak semakin besar. Ia merasa hidupnya belum banyak berubah, meskipun sudah bekerja bertahun-tahun.
Anaknya yang duduk di sebelahnya tiba-tiba berkata, “Ayah, besok aku boleh membawa bekal ini lagi?”
Sang ayah menoleh. Anak itu tersenyum sambil menghabiskan nasi di piringnya. Sesaat, ia terdiam. Ia baru menyadari bahwa makanan yang selama ini dianggap biasa ternyata menjadi sesuatu yang disyukuri anaknya. Ada keluarga yang masih bisa makan bersama.
Ada pekerjaan yang membuatnya mampu membawa pulang penghasilan. Ada rumah tempat mereka beristirahat setelah seharian beraktivitas.
Masalah hidupnya memang belum selesai. Penghasilannya belum bertambah. Kebutuhan keluarga masih banyak. Namun, malam itu ia melihat kehidupannya dari sudut yang berbeda.
Barangkali, selama ini ia terlalu sibuk menghitung apa yang belum dimiliki, sampai lupa menghargai apa yang sudah Allah berikan.






0 Tanggapan
Empty Comments