Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Budaya Piket Menyapu Tetap Dilestarikan, Ponpes Al-Ishlah Sendangagung Didik Santri Mandiri dan Bertanggung Jawab

Iklan Landscape Smamda
Budaya Piket Menyapu Tetap Dilestarikan, Ponpes Al-Ishlah Sendangagung Didik Santri Mandiri dan Bertanggung Jawab
Kegiatan piket menyapu bersih luar dan dalam ruangan rutin dijalani oleh santri sebelum bel masuk 07.15 WIB, foto suasana pagi di halaman MA Al-Ishlah. (Gondo Waloyo/PWMU.CO
pwmu.co -

Di tengah bangunan megah Ponpes Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, Lamongan, pemandangan santri memegang sapu masih menjadi rutinitas harian. Budaya piket kebersihan tidak ditinggalkan meski pesantren ini sudah berkembang besar.

Fenomena tersebut fakta danĀ  dipraktekkan santri, Rabu (2/9/2026) di depan Gedung MA Al-Ishlah Sendangagung, dan demikian tiap pagi pemandangan itu tersaji, anak-anak pegang sapu di dalam maupun luar ruangan, semua tersapu oleh petugas piket yang terjadwal.

Tidak semua urusan kebersihan diserahkan kepada tukang atau diselesaikan dengan upah. Para santri tetap dijadwalkan piket menyapu halaman, koridor, dan ruang kelas setiap hari.

Menurut Harismawan Masyfuq, salah satu guru kedisiplinan MA Al-Ishlah, pelestarian budaya piket ini sengaja dilakukan. Tujuannya untuk membentuk karakter santri agar bertanggung jawab, mandiri, dan memiliki kesadaran akan kebersihan.

“Tidak semua selesai di tangan tukang, meskipun kita mampu mengongkosi tapi demi edukasi anak hal itu tidak kita lakukan. Eman kalau mereka tidak faham rasa tanggungjawab,” tegas ayah satu anak ini.

Dalam foto yang diambil di lingkungan ponpes, tampak dua santri berseragam putih abu-abu dengan khidmat menyapu halaman gedung bertingkat. Sapu lidi di tangan mereka menjadi simbol bahwa kebersihan adalah bagian dari iman dan pendidikan.

SMPM 5 Pucang SBY

Bagi Al-Ishlah, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya soal rapi dan indah. Lebih dari itu, ini adalah media pendidikan karakter agar para santri terbiasa bekerja, tidak gengsi, dan punya rasa memiliki terhadap pondoknya.

Gedung sudah megah, tapi santri tetap piket menyapu.Didik tanggung jawab, mandiri, dan cinta kebersihan

“Tidak semua selesai di tangan tukang,” tutup Harismawan Masyfuq. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 02/09/2026 21:03
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu