Botol plastik yang biasanya berakhir sebagai sampah kini dimaknai sebagai sarana berbagi. MTs Muda Ponorogo bersama Lazismu Ponorogo memulai Gerakan Sedekah Botol (GASEBO) sebagai upaya memadukan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, Ahad (24/8/2026).
Melalui program tersebut, siswa dan seluruh warga madrasah diajak mengumpulkan botol plastik bekas yang kemudian dikelola bersama Lazismu Ponorogo. Botol yang semula dianggap tidak lagi memiliki nilai diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi bagian dari gerakan sosial.
GASEBO menjadi langkah awal untuk mengajak warga madrasah memandang sampah plastik dari sudut yang berbeda. Tidak sekadar menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan tersebut juga mengajarkan bahwa barang sederhana yang dikumpulkan secara bersama-sama dapat menjadi sarana berbagi.
Menggabungkan Peduli Lingkungan dan Sosial
Lebih dari sekadar mengumpulkan botol bekas, GASEBO menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi siswa. Mereka diajak membangun kebiasaan peduli terhadap lingkungan sekaligus memahami pentingnya berbagi dan memberikan manfaat kepada sesama.
Melalui kegiatan sederhana tersebut, siswa belajar bahwa kepedulian dapat dimulai dari hal-hal kecil. Satu botol yang dikumpulkan mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara bersama dan berkelanjutan, dapat menjadi gerakan yang membawa manfaat lebih luas.
Kepala MTs Muda Ponorogo, Ita Rokhayati, menyampaikan apresiasi kepada Lazismu Ponorogo atas program GASEBO serta kepercayaan yang diberikan kepada MTs Muda Ponorogo sebagai pilot project program tersebut.
“Terima kasih kepada Lazismu atas program GASEBO dan kepercayaannya kepada MTs Muda sebagai pilot project. Semoga program ini membawa keberkahan dan dapat menginspirasi kita semua untuk terus berbuat kebaikan. Yuk, sedekah,” ujarnya.
Menurut Ita, program tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami bahwa sesuatu yang dianggap tidak berguna masih dapat memberikan manfaat jika dikelola dengan baik.
“Botol yang semula dianggap tidak terpakai dapat menjadi sarana belajar bagi siswa untuk peduli, berbagi, dan memberikan manfaat bagi sesama,” katanya.
Ia berharap kepedulian terhadap lingkungan dan sesama dapat tumbuh menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari warga madrasah.
Dari Satu Botol Tumbuh Kepedulian
Ke depan, MTs Muda Ponorogo berharap GASEBO tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Program tersebut diharapkan berkembang menjadi gerakan yang dilakukan secara konsisten oleh siswa, guru, dan seluruh warga madrasah.
Sinergi dengan Lazismu Ponorogo juga diharapkan dapat memperkuat semangat tersebut. Selain membantu menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan, siswa dapat memperoleh pengalaman nyata tentang arti berbagi dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Melalui GASEBO, MTs Muda Ponorogo ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kebiasaan sederhana, seperti mengumpulkan botol bekas, dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bersama.
Dari satu botol, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir kebaikan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments