Tenaga pendidik SMA Muhammadiyah 1 Surabaya (Smamsa) memanfaatkan kegiatan dakwah kultural sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam mengembangkan mutu pendidikan sekolah. Kegiatan yang diikuti seluruh tenaga pendidik bersama Kepala Smamsa, Yulianto, tersebut berlangsung di Pantai Ngudel, Kabupaten Malang.
Agenda ini tidak hanya menjadi sarana mempererat kebersamaan antartenaga pendidik, tetapi juga diisi dengan sesi refleksi dan evaluasi mengenai pengembangan sekolah serta strategi menjawab tantangan pendidikan pada masa mendatang.
Salah satu kegiatan utama adalah renungan malam yang diisi oleh Kepala Smamsa, Yulianto. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus menghadirkan inovasi dalam proses pendidikan.
“Sekolah kita perlu adanya inovasi dari semua tendik yang ada, hal ini juga akan berpengaruh pada bagaimana pola sistem sekolah ke depan agar sesuai dengan kebutuhan murid-murid ke depan,” ujar Yulianto.
Menurutnya, perubahan kebutuhan peserta didik menuntut sekolah untuk terus beradaptasi melalui berbagai inovasi, baik dalam pembelajaran maupun pengelolaan sekolah.
Ketua Pelaksana kegiatan, Munawir Sazali, mengatakan bahwa dakwah kultural menjadi momentum untuk melakukan refleksi bersama terhadap berbagai program sekolah yang telah berjalan.
“Saya kira, momen ini menjadi penting karena bisa menjadi malam refleksi sekaligus evaluasi sistem sekolah yang bertujuan untuk pengembangan siswa, khususnya yang memiliki prestasi di tahfidz,” ujarnya.
Selain sesi refleksi, para tenaga pendidik juga berdiskusi mengenai berbagai masukan yang dapat diterapkan untuk mendukung pengembangan sekolah. Diskusi tersebut berlangsung dalam suasana yang terbuka sehingga setiap peserta dapat menyampaikan pandangan dan pengalaman masing-masing.
Salah seorang tenaga pendidik bidang Matematika, Sahru, menilai kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang evaluasi bersama yang dikemas dalam suasana yang lebih santai.
“Saya kira perlu untuk diadakan agenda seperti ini setiap tahunnya agar ini menjadi forum refleksi bagi tiap-tiap tendik dalam rangka evaluasi guna kemajuan Smamsa, tetapi tetap dalam nuansa have fun,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai agenda kebersamaan yang dipadukan dengan sesi diskusi dan refleksi. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun komunikasi yang lebih erat antartenaga pendidik sekaligus menyelaraskan arah pengembangan sekolah.
Melalui kegiatan dakwah kultura yang dilaksanakan pada (29–30/7/2026) ini, Smamsa memfasilitasi tenaga pendidik untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan program sekolah sekaligus menyusun berbagai masukan sebagai bahan pengembangan pada tahun ajaran berikutnya.
Hasil diskusi dan refleksi selama kegiatan diharapkan menjadi bagian dari proses penyusunan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Smamsa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments