Di tengah pembahasan program kerja dan arah pengembangan lembaga, Rapat Kerja (Raker) Pleno Pondok Pesantren Muhammadiyah (PPM) An Nur Sidoarjo menghadirkan satu momen yang berbeda. Tujuh ibu dapur dan tiga petugas kebersihan menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendukung aktivitas pesantren.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Raker Pleno yang berlangsung di Aryana Hotel Trawas pada Ahad-Senin (5–6/7/2026). Prosesi penyerahan penghargaan dilakukan di hadapan seluruh peserta rapat kerja sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi tenaga pendukung yang selama ini menjalankan tugas di lingkungan pesantren.
Selama ini, ibu dapur dan petugas kebersihan memiliki peran dalam mendukung operasional pesantren. Ibu dapur bertugas menyiapkan kebutuhan konsumsi santri, sedangkan petugas kebersihan menjaga kebersihan berbagai fasilitas agar kegiatan belajar dan aktivitas sehari-hari dapat berlangsung dengan baik.
Satu per satu penerima penghargaan dipanggil ke depan untuk menerima piagam apresiasi dari panitia dan pimpinan pesantren. Seluruh peserta memberikan tepuk tangan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka.
Ketua Panitia Raker, Mabafaza Al Khuluqi, S.Kom., Lc., M.Hum., mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan ungkapan terima kasih kepada seluruh tenaga pendukung yang selama ini turut menjaga keberlangsungan layanan di PPM An Nur Sidoarjo.
“Orang-orang seperti ibu dapur dan petugas kebersihan sangat dibutuhkan dalam sebuah lembaga. Namun, terkadang keberadaan mereka tidak banyak terlihat. Padahal, jasa mereka sangat besar dalam mendukung seluruh aktivitas pesantren,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa ibu dapur setiap hari menyiapkan makanan bagi ratusan santri sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sementara itu, petugas kebersihan bertugas menjaga kebersihan ruang kelas, asrama, masjid, halaman, serta berbagai fasilitas umum yang digunakan oleh warga pesantren.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada beliau semua. Berkat dedikasi mereka, anak-anak dapat makan dengan teratur, kesehatan mereka lebih terjaga, dan lingkungan pesantren tetap bersih serta nyaman untuk belajar. Mereka mungkin jarang terlihat, tetapi peran mereka sangat luar biasa,” lanjutnya.
Menurut Mabafaza, pemberian penghargaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya organisasi yang menghargai kontribusi setiap unsur di lingkungan pesantren tanpa membedakan bidang tugas maupun jabatan.
Dalam kesehariannya, ibu dapur memulai pekerjaan sejak pagi untuk menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga memastikan makanan tersaji sesuai jadwal. Sementara itu, petugas kebersihan bertanggung jawab menjaga kebersihan berbagai fasilitas agar tetap nyaman digunakan dalam kegiatan belajar, ibadah, maupun aktivitas harian santri.
Pemberian penghargaan kepada tenaga pendukung menjadi salah satu rangkaian dalam Raker Pleno PPM An Nur Sidoarjo yang membahas berbagai program kerja untuk tahun ajaran mendatang. Selain menyusun arah pengembangan lembaga, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada tenaga kependidikan yang berperan dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di lingkungan pesantren.
Melalui kegiatan tersebut, PPM An Nur Sidoarjo mendorong tumbuhnya budaya saling menghargai di lingkungan pesantren. Penghargaan yang diberikan diharapkan dapat menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi seluruh unsur yang bersama-sama mendukung pelayanan dan proses pendidikan bagi para santri. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments