Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Desa Kita Berjaya, Yusuf Aziz Dorong Kemandirian Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Iklan Landscape Smamda
Dari Desa Kita Berjaya, Yusuf Aziz Dorong Kemandirian Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Dari Desa Kita Berjaya, Yusuf Aziz Dorong Kemandirian Ekonomi Berbasis Potensi Lokal. Foto: Dahlansae/PWMU.CO
pwmu.co -

Anggota DPRD Kabupaten Kediri dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Mohamad Yusuf Aziz, SP, mendorong masyarakat mengoptimalkan potensi lokal untuk membangun ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi dari tingkat desa hingga RT.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat dalam rangka masa reses anggota DPRD Kabupaten Kediri pada masa persidangan III tahun sidang 2025/2026. Kegiatan yang mengusung tema “Dari Desa Kita Berjaya” tersebut berlangsung di Rumah Makan Dua Dua, Jalan PB Sudirman Nomor 112, Pare, Kabupaten Kediri, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 orang itu berlangsung meriah. Sejumlah tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya Pemimpin Redaksi Majalah Matan Ainur Rafiq Sophiaan, SE, M.Si., serta Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri, Ustadz Syamsul Ma’arif, Ustadz Sujana, dan Ustadz Muhammad Syafi’i.

Dalam sambutannya, Yusuf Aziz menyampaikan bahwa desa memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sebenarnya di desa itu banyak potensi yang kalau digerakkan bisa memberdayakan masyarakat setempat. Ending-nya, masyarakat pedesaan bisa hidup berjaya,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan dorongan dan pendampingan agar mampu mengoptimalkan potensi yang ada di lingkungan masing-masing. Salah satunya melalui pengolahan sampah organik menjadi pupuk serta pemanfaatan lahan untuk mendukung ketahanan pangan.

Ia kemudian mencontohkan inovasi yang telah berkembang di Desa Purwosari, Kabupaten Kediri. Di desa tersebut, urin sapi diolah menjadi pupuk organik cair yang kemudian dipasarkan secara online.

“Setiap satu jerigen besar bisa laku Rp15.000. Artinya, inilah potensi yang ada di desa yang perlu diperhatikan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil survei, urin sapi yang terkumpul di wilayah tersebut mencapai 9–10 liter setiap hari. Potensi tersebut, kata Yusuf Aziz, menunjukkan bahwa sumber daya yang selama ini dianggap limbah sebenarnya dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

SMPM 5 Pucang SBY

Yusuf Aziz juga meminta persetujuan para peserta untuk memformulasikan konsep ketahanan pangan dan kemandirian usaha mulai dari tingkat RT.

“Insyaallah, konsep ‘Dari Desa Kita Berjaya’ telah dirumuskan. Ada beberapa hal yang bisa menjadi pedoman, termasuk bagaimana mengelola limbah minyak jelantah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Jika dibuang ke sungai, minyak jelantah dapat menyebabkan pencemaran. Sementara jika dibuang ke tanah, juga dapat menimbulkan dampak negatif.

Namun, apabila dikumpulkan dan dikelola, minyak jelantah dapat memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.

“Misalnya, dalam satu RT ada 70 kepala keluarga. Jika minyak jelantah dikumpulkan selama satu bulan, kemudian ada pihak yang mengambilnya, maka akan muncul nilai ekonomis,” terang Yusuf Aziz.

Menurutnya, pengelolaan minyak jelantah tersebut dapat menjadi salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan ibu-ibu Aisyiyah, mulai dari tingkat ranting.

“Hal-hal seperti ini bisa digerakkan oleh ibu-ibu Aisyiyah dari tingkat ranting,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 19/07/2026 09:22
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu