Kelompok 32 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya menggelar edukasi pengelolaan sampah di SDN Ketabang 1 Surabaya, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut mengajak siswa sekolah dasar belajar memilah sampah organik dan anorganik melalui permainan edukatif yang menyenangkan.
Materi disampaikan secara interaktif menggunakan media pembelajaran berupa kotak sampah berwarna yang memudahkan siswa mengenali jenis-jenis sampah.
Usai pemaparan materi, para siswa mengikuti simulasi pemilahan sampah dan kuis seputar lingkungan. Suasana kelas pun berlangsung meriah karena siswa antusias berebut menjawab setiap pertanyaan.
Ketua Kelompok KKN 32 Universitas Muhammadiyah Surabaya, Briansyah Baskoro, mengatakan pendekatan belajar sambil bermain dipilih agar materi lebih mudah dipahami anak-anak.
“Anak-anak seumur ini kalau cuma dikasih teori di dalam kelas pasti cepat bosan. Makanya, kami sengaja bawa kotak sampah warna-warni dan bikin konsepnya lewat game biar mereka tahu bedanya sampah plastik dan sisa makanan sambil bermain,” ujar Briansyah Baskoro.
Menurutnya, program tersebut dirancang untuk membiasakan siswa memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membiasakan siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memilah sampah sejak dini. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi lingkungan di masa depan,” ujar Briansyah di sela-sela acara.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan yang digagas mahasiswa KKN tersebut.
Wali Kelas 4C SDN Ketabang 1 Surabaya, Siti, menilai metode pembelajaran yang digunakan sangat efektif dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan pada anak-anak.
“Metode bermain sambil belajar seperti yang dibawa mahasiswa ini justru sangat efektif buat anak-anak. Masalah sampah ini kan soal kebiasaan, jadi kalau pembawaannya seru, mereka jadi lebih gampang ingat dan mau mempraktikkannya di rumah,” tutur Ibu Siti.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan program kebersihan yang selama ini diterapkan di sekolah.
“SDN Ketabang 1 Surabaya pernah meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Timur pada tahun 2023. Kami berharap berbagai kegiatan seperti ini dapat mendukung upaya sekolah untuk melanjutkan prestasi hingga tingkat nasional,” tutur Siti.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa berharap edukasi pemilahan sampah tidak berhenti sebagai materi di kelas, tetapi menjadi kebiasaan yang terus diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.





0 Tanggapan
Empty Comments