Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Putri resmi menutup rangkaian Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Ahad (19/7/2026) malam di halaman Al Mizan Putri Kampus 1.
Kegiatan yang berlangsung selama sepekan, mulai 13–19 Juli 2026, menjadi ajang pengenalan lingkungan pondok, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan bagi santriwati baru.
Acara penutupan dihadiri Wakil Mudir Al Mizan Ustadz Anggun Imanto, M.Pd., Kepala Pengembang Mutu Al Mizan Ustadz Ahsanul Arham, S.Psi., Kepala Kepengasuhan Al Mizan Putri Ustadzah Dina Dwi, S.Pd., beserta jajaran pengasuhan dan seluruh santriwati Al Mizan Putri Kampus 1.
Dalam sambutannya, Wakil Mudir Al Mizan Ustadz Anggun Imanto menjelaskan bahwa Fortasi merupakan istilah resmi yang digunakan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk kegiatan orientasi peserta didik baru.
“Di madrasah ada Matsama, di sekolah umum ada MPLS, sedangkan di lingkungan IPM istilah bakunya adalah Fortasi. Kegiatan ini menjadi sarana untuk saling mengenal, baik dengan teman, guru, maupun lingkungan pondok,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa proses saling mengenal merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan bersama di pesantren.
“Tak kenal maka tak sayang. Dari saling mengenal akan lahir sikap saling memahami, kemudian saling menolong, hingga akhirnya tumbuh rasa tanggung jawab satu sama lain. Meskipun Fortasi telah selesai, proses membangun persaudaraan itu harus terus berlanjut,” pesannya.
Lebih lanjut, Anggun mengingatkan bahwa seluruh aktivitas santri di Al Mizan harus bernilai pendidikan. Menurutnya, pondok bukan hanya tempat belajar ilmu, tetapi juga tempat menempa karakter melalui pengalaman hidup sehari-hari.
“Segala kegiatan di Al Mizan, mulai dari bangun tidur, beribadah, belajar, hingga berinteraksi dengan sesama harus mengandung nilai pendidikan. Pengalaman adalah guru terbaik, dan di sinilah kalian akan mendapatkan banyak pengalaman yang mungkin tidak ditemukan di tempat lain,” ujarnya.
Sebagai alumni Al Mizan, Anggun juga membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan di pondok. Ia menyampaikan bahwa banyak guru dan ustadz-ustadzah yang kini mengabdi di Al Mizan juga merupakan alumni pondok tersebut.
“Jangan pernah khawatir menjadi santri Al Mizan. Banyak alumni yang kini berkiprah sebagai pengurus Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, hingga berbagai organisasi di tengah masyarakat. Itu menjadi bukti bahwa Al Mizan mampu mencetak kader yang siap mengabdi,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, ia mengutip pesan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, agar para santri bercita-cita setinggi mungkin namun tetap mengabdikan diri kepada persyarikatan.
“Jadilah apa saja sesuai cita-cita kalian, tetapi jangan lupa kembali dan mengabdi kepada Muhammadiyah. Kita semua adalah kader ideologis KH Ahmad Dahlan yang memiliki tanggung jawab untuk menghidupkan dan memajukan Muhammadiyah,” tegasnya.
Mengakhiri sambutan, Anggun Imanto secara resmi menutup rangkaian Fortasi Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengucapkan hamdalah, disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta.
Penutupan Fortasi menjadi penanda berakhirnya masa orientasi sekaligus awal perjalanan para santriwati baru dalam menempuh pendidikan, pembinaan karakter, dan proses kaderisasi di lingkungan Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments