Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Dunia ke Diri: Dialektika Keterlemparan dan Kepulangan Eksistensial

Iklan Landscape Smamda
Dari Dunia ke Diri: Dialektika Keterlemparan dan Kepulangan Eksistensial
Oleh : Harun Ahmad Dosen di Universitas Insan Budi Utomo, Malang
pwmu.co -

Menjadi Otentik: Diri sebagai Proyek yang Tak Pernah Selesai

Dalam perjalanan pulang itu, manusia mulai mendekati authenticity.

Bukan sebagai keadaan yang sempurna, tetapi sebagai keberanian untuk hidup sesuai dengan kemungkinan diri sendiri.

Diri tidak pernah hadir sebagai esensi yang tetap.

Ia adalah proyek—sesuatu yang terus dibentuk, direvisi, dipertanyakan.

Setiap pilihan adalah penegasan sekaligus penyangkalan terhadap kemungkinan lain.

Dalam arti ini, menjadi diri adalah proses tanpa akhir.

Kepulangan tidak menghapus jalan panjang.

Ia justru mengubah cara memaknainya. Jalan yang dulu terasa asing kini menjadi ruang refleksi.

Keheningan yang dulu menakutkan kini menjadi tempat mendengar suara diri.

Namun ketegangan tidak pernah benar-benar hilang.

Dunia terus menarik ke luar, menawarkan kemudahan, kenyamanan, dan pelarian.

Sementara itu, diri terus memanggil ke dalam, mengingatkan akan jarak yang harus dijaga agar tidak kembali hilang.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Di antara dua tarikan itu, manusia berjalan—tidak pernah sepenuhnya stabil, tetapi juga tidak lagi sepenuhnya tersesat.

Kepulangan yang Selalu Tertunda

Pada akhirnya, manusia tidak pernah benar-benar tiba.

Ia selalu “dalam perjalanan pulang”, tetapi kepulangan itu sendiri tidak pernah selesai.

Setiap tiba membuka jarak baru, setiap pemahaman melahirkan pertanyaan baru.

Jalan panjang tidak dihapus; ia dimaknai ulang. Ia bukan lagi sekadar lintasan yang melelahkan, melainkan ruang di mana diri perlahan terbentuk.

Setiap langkah, setiap kesunyian, setiap kecemasan menjadi bagian dari proses menjadi.

Kepulangan adalah gerak berulang: keluar, hilang, kembali, dan menjadi.

Tidak ada titik akhir yang absolut. Yang ada hanyalah kesediaan untuk terus berjalan dengan kesadaran yang lebih jernih.

Dan mungkin, disitulah makna terdalam eksistensi: sebuah ziarah tanpa akhir menuju diri yang tidak pernah sepenuhnya selesai—diri yang selalu terbuka, selalu berjarak, selalu dalam perjalanan pulang.***

Revisi Oleh:
  • Notonegoro - 04/04/2026 09:20
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡