Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Syukur Setiap Hari: Kunci Hidup Tenang dan Nikmat Bertambah

Iklan Landscape Smamda
Syukur Setiap Hari: Kunci Hidup Tenang dan Nikmat Bertambah
Foto: Adobestock
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
pwmu.co -

Kita sering sibuk mengejar yang belum ada, sampai lupa mensyukuri yang sudah ada. Kita menunda rasa cukup, seolah kebahagiaan baru sah kalau semua target tercapai. Padahal, dalam diam, begitu banyak nikmat yang sudah kita genggam tanpa kita sadari. Hal itu menjadi kunci hidup tenang.

Allah Wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)

Ayat ini bukan sekadar janji, tapi juga cara pandang hidup. Syukur bukan hanya reaksi, melainkan pilihan sikap setiap hari.

Kenapa kita harus bersyukur setiap hari:

1. Syukur bikin hati lapang

Orang yang terbiasa bersyukur tidak mudah gelisah melihat kehidupan orang lain. Bayangkan dua orang dengan penghasilan yang sama. Yang satu sibuk membandingkan diri—melihat rumah orang lain lebih besar, mobil orang lain lebih baru. Hidupnya terasa sempit, selalu kurang.

Yang satu lagi fokus pada apa yang dia punya—keluarga yang sehat, pekerjaan yang halal, makan yang cukup. Hidupnya terasa ringan.

Padahal kondisinya sama, tapi rasa hatinya berbeda. Syukur itulah yang melapangkan.

2. Syukur itu ibadah

Kadang kita lupa bahwa hal-hal paling sederhana adalah nikmat luar biasa. Coba bayangkan seseorang yang sedang dirawat di rumah sakit, harus menggunakan alat bantu napas. Setiap tarikan napas terasa berat, setiap detik seperti perjuangan.

Sementara kita, bangun pagi, bernapas dengan mudah—tanpa biaya, tanpa alat, tanpa rasa sakit.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Barangsiapa tidak bersyukur pada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah” (HR. Ahmad)

Bahkan mengucapkan terima kasih kepada orang lain pun bagian dari syukur kepada Allah. Dari hal kecil, seperti berterima kasih kepada pasangan, teman, atau rekan kerja—itu semua bernilai ibadah.

3. Syukur menarik nikmat baru

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Sering kali kita baru merasa kehilangan ketika sesuatu itu diambil. Misalnya, seseorang yang dulu sehat, bisa bekerja ke mana saja, bebas bergerak. Tapi ketika sakit datang, baru terasa betapa mahalnya kesehatan.

Atau saat listrik padam beberapa jam saja, kita mulai gelisah—padahal selama ini kita menikmatinya tanpa berpikir.

Nikmat yang disyukuri akan terasa cukup, bahkan bertambah. Tapi nikmat yang diabaikan akan terasa kurang, bahkan hilang maknanya.

Seorang ayah pulang kerja dengan wajah lelah. Gajinya tidak besar, cicilan masih berjalan. Di jalan, ia melihat orang lain makan di restoran mewah, sementara ia hanya membawa nasi bungkus.
Namun saat sampai rumah, anaknya berlari menyambut, memeluknya dengan bahagia. Istrinya menyuguhkan teh hangat.

Di titik itu, sebenarnya ia sedang kaya—punya keluarga yang mencintai, tempat pulang, dan hati yang masih hidup.

Kalau ia memilih melihat kekurangan, hidupnya terasa berat. Tapi kalau ia memilih bersyukur, hidupnya terasa cukup.

Atau seorang mahasiswa yang mengeluh tentang tugas kuliah yang menumpuk. Ia merasa terbebani.

Namun di luar sana, banyak orang yang ingin kuliah tapi tidak punya kesempatan.
Apa yang terasa beban bagi satu orang, bisa jadi impian bagi orang lain.

Caranya simpel:

  • Ucapkan Alhamdulillah dengan hati, bukan sekadar lisan
  • Gunakan nikmat untuk taat, bukan untuk maksiat
  • Jangan terus mengeluhkan apa yang belum ada
  • Kalau belum dapat yang kita suka, sukai saja yang sudah Allah Wa Ta’ala beri.

Karena sejatinya, syukur bukan menunggu semua menjadi sempurna. Bukan menunggu hidup tanpa masalah. Bukan menunggu bahagia dulu baru bersyukur.

Tapi justru sebaliknya,  bersyukurlah, maka Allah Wa Ta’ala akan menghadirkan bahagia itu perlahan dalam hidup kita. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 23/04/2026 09:55
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡