“Kalau sering makan daging, nanti kolesterol dan hipertensi naik, ya?”
Pertanyaan seperti ini sering muncul di tengah masyarakat, terutama saat Hari Raya Iduladha. Di rumah tersedia beragam olahan daging, mulai dari sate, gulai, tongseng, hingga rendang. Rasanya sayang jika dilewatkan begitu saja.
Namun, pada saat yang sama, tidak sedikit orang yang merasa khawatir mengonsumsi daging karena takut kolesterol meningkat, tekanan darah naik, atau muncul gangguan kesehatan lainnya.
Padahal, jika melihat kehidupan Rasulullah Saw, beliau juga mengonsumsi daging. Bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa beliau menyukai bagian paha kambing. Lalu mengapa kehidupan beliau begitu jauh dari berbagai penyakit yang sering dikaitkan dengan pola makan masa kini?
Ternyata persoalannya bukan semata-mata pada daging yang dikonsumsi, melainkan pada pola hidup secara keseluruhan.
Saat ini banyak orang makan secara berlebihan, kurang bergerak, sering begadang, mengalami stres, serta mengonsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak. Belum lagi kebiasaan mengonsumsi makanan olahan dan makanan instan yang cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat tubuh bekerja lebih keras menghadapi berbagai faktor risiko kesehatan.
Sebaliknya, Rasulullah Saw mengajarkan pola hidup yang seimbang. Beliau makan secukupnya, aktif bergerak, tidak berlebihan, serta menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
Karena itu, rasanya kasihan juga melihat kambing yang sering “dikambinghitamkan”. Padahal, daging kambing mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh, seperti protein, zat besi, zinc, dan vitamin B12. Kandungan tersebut berperan dalam pembentukan sel darah merah, menjaga massa otot, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta membantu memenuhi kebutuhan energi.
Kolesterol sendiri sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai fungsi biologis. Yang perlu diperhatikan adalah menjaga kadarnya tetap dalam batas normal dan seimbang.
Karena itu, setelah menikmati berbagai olahan daging saat Iduladha, penting untuk tetap menerapkan pola hidup sehat.
Setelah menikmati berbagai olahan daging saat Iduladha, penting untuk tetap menerapkan pola hidup sehat. Caranya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menghindari makan secara berlebihan, memperbanyak konsumsi air putih, rutin bergerak atau berolahraga, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, mencukupi waktu tidur, serta mengendalikan asupan gula, garam, dan lemak. Selain itu, tubuh juga perlu mendapatkan asupan antioksidan yang cukup dari berbagai sumber makanan dan minuman sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah adalah proses oksidasi dalam tubuh. Karena itu, pola makan yang seimbang dan kaya antioksidan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Dari Rasulullah Saw, kita belajar untuk menikmati makanan secara proporsional, tidak berlebihan, serta menjaga tubuh sebagai amanah yang harus dirawat dengan baik.
Bukankah Rasulullah Saw bersabda bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah?
Jadi, jangan lagi terlalu cepat mengambinghitamkan si kambing. Yang perlu lebih diperhatikan justru bagaimana kita mengatur pola makan dan pola hidup sehari-hari. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments