Bagaimana perjalanan sehelai daun teh hingga menjadi secangkir minuman hangat?
Pertanyaan itu dijawab siswa kelas VI SD Muhammadiyah GKB Gresik (Mugeb Primary School) melalui field trip bertema “Tea Journey: From Leaf to Cup”.
Agenda tersebut berlangsung di Agro Wisata Wonosari, Desa Wonosari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Kamis (24/9/2026).
Bukan sekadar jalan-jalan, kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar langsung bagi siswa. Mereka melihat dari dekat hamparan kebun teh, menyaksikan proses pengolahan daun teh di pabrik, hingga menikmati teh hangat yang disuguhkan di lokasi.
Sebelum berangkat, Ustadzah Latifah, waka kurikulum yang turut mendampingi perjalanan mengingatkan siswa agar menjadikan perjalanan ini nanti sebagai kesempatan untuk belajar sekaligus melatih sikap disiplin dan bertanggung jawab.
“Anak-anak harus nurut sama ustadz dan ustadzah pendamping serta taat pada aturan yang sudah ditetapkan. Tertib, disiplin, dan ikuti semua rangkaian kegiatan supaya mendapatkan wawasan, pengalaman, dan ilmu secara utuh” pesannya.
Ia juga mengajak siswa untuk membangun kepedulian selama perjalanan. “Kalau ada teman yang membutuhkan pertolongan, harus saling membantu” lanjutnya.
Menjawab Rasa Ingin Tahu tentang Teh
Ustadzah Latifah menjelaskan, pemilihan Agro Wisata Wonosari sebagai tujuan field trip bukan tanpa alasan.
Kegiatan ini dirancang agar siswa dapat melihat secara langsung proses yang selama ini mungkin hanya mereka pelajari melalui buku atau pembelajaran di kelas.
“Tujuan kita ke sini adalah belajar. Kita ingin tahu bagaimana tanaman teh diproduksi dan diolah seperti apa. Rasa ingin tahu kita bisa terobati. Maka anak-anak harus mengikuti kegiatan ini dengan baik” ujarnya.
Sesampainya di lokasi, rombongan disambut di Aula Java Cocoa oleh Yustini, kepala housekeeping Agro Wisata Wonosari.
Para siswa kemudian menyaksikan video mengenai proses produksi teh. Tayangan tersebut menjadi pembuka sebelum mereka melihat secara langsung proses yang sebenarnya di lapangan.
Tak hanya mendapatkan pengetahuan, siswa juga memperoleh pengalaman menikmati teh hangat. Masing-masing siswa mendapatkan suvenir berupa teh yang dapat dibawa pulang.
Masuk Pabrik, Lihat Proses Pelayuan
Setelah menyaksikan video, perjalanan belajar dilanjutkan dengan tour ke sejumlah area. Siswa diajak mengunjungi kebun teh, pabrik pengolahan teh, dan rumah kelinci.
Agar kegiatan berlangsung lebih tertib, rombongan dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama didampingi Kak Diki, kelompok kedua bersama Kak Hastutik, sedangkan kelompok ketiga didampingi Kak Kusnan.
Di kebun teh, siswa dapat melihat langsung tanaman teh yang selama ini mereka kenal sebagai bahan minuman. Mereka juga merasakan suasana perkebunan dengan udara yang sejuk dan segar.
Dari kebun, siswa kemudian masuk ke pabrik. Kebetulan, saat rombongan datang, proses pelayuan daun teh sedang berlangsung.
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga karena siswa dapat menyaksikan secara langsung salah satu tahapan dalam perjalanan daun teh sebelum akhirnya siap dikonsumsi.
Bagi siswa, pengalaman melihat proses secara langsung tentu berbeda dengan sekadar membaca atau melihat gambar di buku.
Selain Teh, Ada Kelinci Menggemaskan
Keseruan field trip tidak berhenti di kebun dan pabrik teh. Siswa juga diajak mengunjungi rumah kelinci.
Di tempat tersebut, mereka berinteraksi langsung dengan kelinci dan memberikan makanan berupa wortel.
Suasana pun semakin meriah. Siswa terlihat antusias dan menikmati setiap rangkaian kegiatan. Belajar di alam terbuka membuat mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga ruang untuk bereksplorasi dan membangun pengalaman bersama teman.
Hampir seluruh siswa mengaku senang dapat berkeliling di kawasan kebun teh. Haira Okrifta, misalnya. Ia mengaku senang mengikuti field trip karena dapat berkeliling kebun teh sekaligus menikmati udara segar.
“Senang bisa berkeliling di kebun teh karena bisa menikmati udara segar” katanya.





0 Tanggapan
Empty Comments