Dari ruang kelas, suara anak-anak belajar menyampaikan kebaikan mulai terdengar. Melalui Kelas Talent Dai, SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (SD Mumtaz) menyiapkan siswa menjadi generasi yang percaya diri berbicara sekaligus memiliki bekal dasar dakwah sejak usia dini.
Kelas Talent Dai diikuti siswa kelas 4 hingga kelas 6. Kegiatan berlangsung setiap Senin dan Jumat pukul 14.30–16.00 WIB di lantai 4, ruang kelas 4C SD Mumtaz.
Program ini tidak sekadar melatih siswa agar pandai berbicara di depan umum. Mereka juga dibekali pemahaman dasar dakwah sesuai usia serta akhlak Islami dalam menyampaikan pesan kebaikan.
Dalam pembelajaran, siswa dikenalkan dengan ayat Al-Qur’an dan hadis sederhana. Mereka belajar menyusun materi ceramah atau kultum, menyampaikan pesan dengan bahasa yang jelas dan santun, serta mempraktikkan adab seorang dai, mulai dari penampilan, suara, gestur, hingga sikap ketika berhadapan dengan audiens.
Pada semester pertama, siswa belajar Dasar-Dasar Menjadi Dai Cilik. Materinya meliputi pengenalan dai dan dakwah, adab seorang dai, teknik berbicara di depan umum, cara mengatasi rasa gugup, hingga menyusun materi kultum berdurasi lima sampai tujuh menit.
Memasuki semester kedua, pembelajaran dikembangkan melalui materi hafalan dan penyampaian dalil, kisah nabi dan sahabat, penggunaan media dakwah seperti poster dan cerita bergambar, lagu Islami atau syair, serta latihan improvisasi dan tanya jawab.
Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran dibuat beragam, mulai dari ceramah interaktif, demonstrasi, latihan individu dan kelompok, role play, hingga pemberian umpan balik positif. Evaluasi dilakukan dari tiga aspek, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Hasil pembinaan mulai terlihat melalui prestasi beberapa siswa. Salah satunya adalah Najwa Hasna Kamila, peserta Kelas Talent Dai yang berhasil meraih Juara 2 Lomba Pildacil tingkat Kecamatan Taman pada Mei 2026.
Najwa mengaku senang mengikuti kelas tersebut karena semakin percaya diri berbicara di depan orang lain.
“Antusias dan senang mengikuti Kelas Talent Dai karena berdakwah itu kewajiban semua orang. Apa pun profesi kita nanti, kita harus bisa berdakwah,” ujarnya.
Dukungan orang tua juga menjadi bagian penting dalam program ini. Reiza Elfany, S.Pd., wali murid Dzaki Mirza Ubaidillah, mengatakan dirinya mengikutkan putranya karena melihat keberanian dan minat Dzaki terhadap agama.
“Tujuannya karena melihat minat dan bakat Mas Dzaki yang berani dan percaya diri berbicara di depan. Dia juga minat dengan pelajaran agama dan ingin menambah pengalaman berbicara di depan orang,” ungkapnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Rizki Johan Prasetyo, M.Pd., menyampaikan bahwa Kelas Talent Dai merupakan bagian dari ikhtiar sekolah dalam melakukan kaderisasi.
“Kelas Talent Dai ini adalah persiapan kader mubaligh dan mubalighat masa depan,” tuturnya.
Program tersebut juga diarahkan agar siswa memiliki pengalaman dakwah di luar sekolah. Beberapa peserta dipersiapkan menjadi dai cilik dalam kegiatan Safari Ramadhan di masjid-masjid wilayah Sidoarjo dan Surabaya. Mereka diharapkan tidak hanya siap mengikuti lomba Pildacil, tetapi juga mampu tampil dalam berbagai kegiatan keagamaan di masyarakat.
Pembina Kelas Talent Dai berharap program ini dapat melahirkan calon mubaligh dan mubalighat yang siap berdakwah dengan ilmu, keberanian, dan akhlak. Pembelajaran dakwah diharapkan tidak berhenti pada kemampuan berbicara, tetapi membentuk karakter siswa agar mampu menyampaikan dan mempraktikkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Dari ruang kelas sederhana di lantai empat SD Mumtaz, para dai cilik itu belajar memulai langkah. Sebuah langkah kecil untuk menumbuhkan keberanian, menyampaikan kebaikan, dan mempersiapkan kader dakwah masa depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments