Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Dari Serambi Mekkah ke UMS, Jejak Andri Nirwana Merawat Tradisi Tafsir Al-Qur’an

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Dari Serambi Mekkah ke UMS, Jejak Andri Nirwana Merawat Tradisi Tafsir Al-Qur’an
Prof. Andri Nirwana. Foto: UMS

Profesor di Usia 42 Tahun

Ikhtiar panjang itu akhirnya menemukan satu penanda penting. Pada 20 Januari 2026, dalam Sidang Senat Terbuka UMS, Andri resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar UMS ke-70. Usianya 42 tahun.

Gelar profesor tentu merupakan capaian akademik yang membanggakan. Namun, jika melihat perjalanan panjang sebelum toga profesor itu dikenakan, capaian tersebut terasa seperti satu titik kecil dari perjalanan yang jauh lebih panjang.

Ada seorang anak Aceh yang tumbuh di tengah gejolak. Ada seorang sarjana yang pernah gagal dalam wawancara kerja karena persoalan bahasa. Ada seorang pekerja kemanusiaan yang belajar berkomunikasi lintas budaya.

Ada seorang mahasiswa yang rela menempuh pendidikan hingga Sudan. Ada seorang dosen yang kembali ke Aceh untuk mengabdi.

Lalu ada seorang akademisi yang memilih meninggalkan zona nyaman dan membawa keluarganya ke Surakarta di tengah pandemi. Semua perjalanan itu seperti kepingan-kepingan yang akhirnya bertemu.

Hari ini, Andri bukan hanya dikenal sebagai guru besar. Dia juga menjadi salah satu sosok di balik tumbuhnya Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UMS.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Di balik gelar profesor dan jabatan akademik, ada pekerjaan yang jauh lebih sunyi: merawat ilmu. Merawat agar tafsir tidak menjadi sekadar kutipan. Merawat agar Al-Qur’an tidak dibaca dengan tergesa-gesa. Merawat agar generasi setelahnya memiliki tradisi keilmuan yang lebih kokoh.

Dan mungkin, pada akhirnya, itulah makna perjalanan Andri Nirwana. Bukan tentang seberapa jauh seseorang telah pergi.

Melainkan tentang apa yang ia bawa pulang dari perjalanan panjang itu, lalu ia tanamkan untuk orang-orang yang datang setelahnya.

Dari Serambi Mekkah menuju Surakarta, dari pengalaman kemanusiaan hingga ruang-ruang akademik, perjalanan itu kini berlanjut.

Bukan lagi semata-mata perjalanan seorang pencari ilmu. Melainkan perjalanan seorang guru yang sedang menyiapkan generasi penerus untuk terus membaca, memahami, dan menjelaskan pesan-pesan Al-Qur’an dengan ilmu. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu