Suasana belajar berbeda tampak di MI Muhammadiyah (MIM) 04 Al-Azhar Mejasem, Bojonegoro, saat siswa kelas IV mengikuti praktikum “Eksperimen Sederhana Proses Fotosintesis pada Tumbuhan” dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), Selasa (4/8/2026).
Kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dipadukan dengan pendekatan Deep Learning. Melalui metode tersebut, peserta didik tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengalami secara langsung, mengamati, menganalisis, dan menyimpulkan proses ilmiah yang terjadi di lingkungan sekitar.
Dalam praktikum tersebut, siswa melakukan eksperimen sederhana menggunakan daun segar yang ditempatkan pada kondisi terang dan gelap. Dari hasil pengamatan, mereka diajak memahami bahwa cahaya matahari berperan penting dalam proses fotosintesis sebagai sumber energi bagi tumbuhan untuk menghasilkan makanan (glukosa) dan oksigen.
Kegiatan pembelajaran berlangsung aktif dan menyenangkan. Para siswa tampak antusias saat melakukan pengamatan, mencatat hasil eksperimen pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), berdiskusi bersama kelompok, hingga mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas.
Selain memperkuat pemahaman konsep sains, kegiatan ini juga melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, serta membangun karakter ilmiah sejak dini.
Guru mata pelajaran IPAS, Siti Nur Qoimah, S.Pd., mengatakan bahwa pembelajaran yang bermakna tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas.
“Pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas agar anak-anak tidak merasa bosan. Mereka perlu diajak belajar langsung dari lingkungan sekitar melalui kegiatan praktikum dan eksplorasi. Dengan metode Deep Learning, siswa tidak sekadar menghafal materi, tetapi belajar menemukan sendiri konsep yang dipelajari melalui pengalaman nyata,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan Deep Learning memberi ruang bagi siswa untuk belajar secara lebih mendalam karena mereka terlibat langsung dalam proses menemukan pengetahuan. Dengan demikian, konsep yang dipelajari menjadi lebih mudah dipahami sekaligus lebih lama melekat dalam ingatan.
Melalui kegiatan ini, MIM 04 Al-Azhar Mejasem Bojonegoro terus menunjukkan komitmennya menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.
“Kami akan terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir, pengalaman belajar, dan pembentukan karakter sebagai bekal penting bagi siswa di masa depan,” pungkas Siti Nur Qoimah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments